KN Tuesday, 30 June 2015  

GRAHA PENA, Jl. Malik Raya 50 Kendari Sultra
Phone : 0401-3126513
Redaksi: redaksi@kendarinews.com
Iklan: iklan@kendarinews.com
Link Banner
Home arrow Muna
Berita Muna
Pedagang Kuliner Bakal Disentralisasi
Posted by Arasy Asylum | Monday, 29 June 2015   

Raha, KP-
Disepanjang jalan Gatot Subroto kini bermunculan warung-warung makan dan pedagang lainnya, seperti penjual barang bekas (RB). Kondisi tersebut berdampak pada wajah Kota Raha. Bupati Muna LM Baharuddin menyadari hal tersebut. Sejak tahun lalu, ia mulai melakukan penimbunan kawasan pantai yang diperuntukkan untuk mensentralisasi warung makan yang berdiri sepanjang jalan Kota Raha.
          
“Saya sependat dengan masyarakat, munculnya sejumlah warung makan di jalan utama Kota Raha, membuat wajah kota Raha Kotor. Tapi kita tidak ingin mematikan upaya-upaya mereka. Kita biarkan dulu usaha mereka, setelah itu kita lakukan penataan,” kata LM Baharuddin, Bupati Muna.
           
Pemda Muna, saat ini tengah merintis pembangunan pusat kuliner yang terletak di by pass Raha, dari Pelabuhan menuju kantor Polres Muna. “Kita akan bikin pusat kuliner. Penimbunan sudah dilakukan sejak tahun lalu,” tambahnya.
     
Para pedagang kuliner yang menjamur disepanjang jalan Kota Raha nantinya akan disentralisasikan, dimasukan di pusat Kuliner yang akan dibangun nanti. Dibayangan Bupati, dilokasi tersebut selain sebagai pusat kuliner, akan dibuat taman bermain anak, ruang terbuka hijau dan area pementasan seni dan sebagai ikon akan dibangun tugu kuda. Bagi para pedagang RB, nantinya setelah pembangunan  pasar selesai akan diarahkan ke pasar sentral. (awn/c)
 
Polisi Gagalkan Pengiriman 1.240 Liter Miras
Posted by Arasy Asylum | Wednesday, 24 June 2015   

Raha, KP-
Jajaran Polres Muna berhasil menggagalkan pengiriman 1.240 liter minuman keras (miras) tradisional jenis arak, yang hendak dibawa ke Kendari, kemarin. Ribuan liter miras tersebut diamankan di Kecamatan Watoputeh, yang diangkut menggunakan mobil truk jenis Fuso dengan nomor plat DD 9705 AH. Miras jenis arak tersebut disimpan dalam jerigen berukuran 20 liter, sebanyak 62 jergen. Untuk mengelabui petugas, jerigen-jerigen berisi miras tersebut dikemas dalam kardus dan karung nilon.
       
La Manuru, sopir truk tersebut, mengaku, ia dibayar sebesar Rp 30 ribu perjerigen untuk menyeberangkan miras tersebut ke Kendari. “Saya ditelpon oleh seseorang bernama Ali untuk singgah mengambil minuman ini di Watoputeh, dengan bayaran Rp 30 Ribu perjerigen,”ujarnya.
       
Miras tradisional tersebut diambil dari tujuh orang berbeda. “Saya hanya menjemput. Tiba di Watoputeh, ada yang datang membawa minuman ini,”sambungnya.
      
Dari informasi orang yang menyuruh dia mengambil miras tersebut, di Watoputeh arak tersebut satu jerigen dibeli seharga Rp 250 ribu. Setibanya di Kendari dijual seharga Rp 600 Ribu. “Saya hanya mengantar pak,”katanya.
      
Wakaplres Muna, Kompol Agus Sugiyarso, mengatakan,  akan melalukan pemeriksaan lebih detail kepada sopir yang membawa miras tersebut. “Pengakuannya sopir, hanya disewa. Kita akan selidiki, siapa pemiliknya,”timpalnya. Untuk kepentingan penyelidikan, sopir truk tersebut diamankan.
       
Ia belum dapat memberi keterangan lebih detail. “Nanti kita periksa dulu sopirnya. Siapa pemilik ribuan liter arak ini,”tukasnya. (awn/b)

 
Tertibkan Pedagang Ikan, Kepala Pasar Dikeroyok
Posted by Arasy Asylum | Tuesday, 23 June 2015   

Raha, KP-
Meski telah disiapkan tempat di lokasi pasar panjang Laino, beberapa pedagang ikan masih saja berpindah-pindah tempat berjualan. Minggu (20/6), beberapa pedagang ikan kembali meninggalkan lapak penjualan yang dibuatkan oleh Pemda. Mereka membuka lapak jualan mereka di lahan milik masyarakat, yang  berdekatan dengan lokasi pasar panjang.
         
Disperindag dibantu oleh Pol PP kemudian melakukan penertiban para pedagang ikan tersebut dan mengarahkan agar berjualan kembali ditempat yang telah disediakan oleh Pemerintah. Namun aksi tersebut tidak diterima oleh para pedagang ikan.
         
Setelah Pol PP meninggalkan pasar Laino, mereka mendatangi Kepala Pasar La Ode Sensus, yang saat itu berada di pos pengamanan pasar. Kepala Pasar dikeroyok oleh para pedagang ikan. Akibatnya, La Ode Sensus mengalami luka robek pada bagian rahang sebelah kiri. Korban kemudian melaporkan pengeroyokan tersebut ke Polres Muna.
         
Kasubag Humas Polres Muna, IPTU Syamsudin mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. “Laporannya sementara dalam proses,”timpalnya. Mereka yang terkait dengan aksi pengeroyokan tersebut akan dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan. “Kita akan proses hukum,”sebutnya.
         
Sementara itu, Kadisperindag Muna, Akhmad Yani SE, mengecam pengeroyokan terhadap stafnya. Ia meminta kepada aparat Kepolisian untuk menangkap para pelaku pengeroyokan. “Para pelaku harus diproses hukum, agar ada efek jera,”timpalnya.
        
Ia menjelaskan, penertiban dilakukan, karena selama ini pedagang ikan yang berjualan di lahan masyarakat menjadi sumber keributan di pasar. Para pedagang pasar ikan yang lain resah. Pemda sudah menyiapkan lokasi untuk berjualan ikan, namun tidak ditempati. “Kalau tidak dilakukan penertiban, pedagang ikan lainya akan cemburu. Dan ikut berjualan dilahan masyarakat. Padahal telah ada tempat yang kami siapkan,”katanya. (awn/b)
 
Anggota Dewan Malas Segera Disurati
Posted by Arasy Asylum | Tuesday, 23 June 2015   
-Bentuk Pansus, Bahas LKPK Bupati

Raha, KP-
Setelah dua kali tidak kuorum, paripurna pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) bupati tahun 2014 dan LKPJ akhir jabatan, akhirnya dapat terlaksana kemarin. Secara fisik, jumlah anggota dewan yang hadir sebanyak 22 orang. Jumlah tersebut sudah memenuhi tata tertib untuk pembahasan dilanjutkan.
        
Terkait masih adanya anggota DPRD yang tidak menghadiri rapat, Wakil Ketua BK, Awal Jaya Bolombo, mengatakan, BK akan melakukan proses. Pihaknya telah meminta pihak sekretariat untuk mengumpulkan daftar hadir paripurna. Daftar hadir itu menjadi dasar untuk menyurati anggota dewan, yang jarang menghadiri paripurna. “Suratnya penyampaian. Nanti dalam surat tersebut kita lampirkan daftar hadir setiap sidang paripurna,” terangnya.
        
Sementara itu, pembahasan LKPJ Bupati tahun 2014 dan akhir masa jabatan, dewan sepakat membentuk pansus yang beranggotakan sembilan orang. Awalnya terjadi perdebatan, apakah akan dibuat dua panja untuk melakukan pembahasan LKPJ tahun 2014 dan LKPJ akhir jabatan? Masing-masing fraksi yang dimintai pendapatnya, mengusulkan dibentuk satu pansus. Dengan pertimbangan LKPJ akhir masa jabatan sudah termasuk didalamnya LKPJ tahun 2014.
        
Dewan kemudian menyepakati, agar masing-masing fraksi menempatkan perwakilannya didalam pansus. Pansus diketui oleh La Samuri, Legislator PBB. Beranggotakan, Iskandar, La Irwan, La Sali, Arwin Kadaka, La Usa, Naftahu, Awaluddin dan Awal Jaya Bolombo. “Anggota pansus merupakan keterwakilan fraksi yang ada di DPRD,”kata Mukmin Naini, Ketua DPRD Sultra.
         
Pansus akan bekerja untuk menelaah dan melakukan pembahasan LKPJ Bupati. Dalam pembahasan LKPJ Bupati, pansus dapat memanggil SKPD untuk melakukan klarifikasi atas LKPJ Bupati. “Kita serahkan kepada pansus, untuk melakukan pembahasan LKPJ Bupati,”tukasnya.
         
Sementara itu, Sukri menyarankan agar hasil kerja pansus digiring ke paripurna untuk dilakukan pembahasan kembali dengan melibatkan semua anggota DPRD. “Nanti teman-teman di DPRD dapat menyampaikan saran dan temuan terkait dengan LKPJ Bupati,”sarannya. (awn/b)
 
Diawali Pawai Obor, Diakhiri Zikir Bersama di Masjid Tua Loghia
Posted by Arasy Asylum | Tuesday, 23 June 2015   
-Tradisi Masyarakat Sultra Menyambut Bulan Suci Ramadan (5)
   
Kegembiraan umat Islam saat datangnya bulan puasa diekspresikan dengan berbagai tradisi sesuai kebiasaan daerah masing-masing. Masyarakat Kecamatan Loghia Kabupaten Muna punya cara tersendiri menyambut datangnya bulan suci Ramadan sebagai bagian dari bharata  kerajaan Wuna. Ketika masa Kerajaan Wuna, Masjid Loghia dijadikan sebagai pusat kegiataan keagamaan.


Awaluddin Usa
   
Tanda-tanda
kebesaran Islam di wilayah Loghia, masih dapat terlihat sampai saat ini.  Mesjid tua Loghia yang terletak di Desa Wabintingi, masih berdiri kokoh meskipun telah direnovasi. Mesjid tersebut oleh masyarakat Loghia dijadikan ikon dan pusat kegiataan keagamaan.  Termasuk pada bulan suci Ramadan.
   
Keberadaan Masjid Loghia oleh masyarakat setempat diyakini sebagai masjid yang pertamakali dibangun di Muna. Dari Loghia juga lah Islam pertamakali masuk dan menyebar ke wilayah kerajaan Muna kala itu.
   
Ketika memasuki bulan Ramadan, masyarakat Loghia menyambut dengan suka cita. Barisan warga dan perangkat sara, dengan memegang obor berkeliling kampung dengan melafalkan puji-puji kebesaran Allah. Kebiasan itu sudah dilakukan beratus tahun oleh masyarakat Loghia, setiap kali memasuki bulan Ramadan.
   
“Setiap memasuki bulan Ramadan, tradisi masyarakat di sini (Loghia) adalah melaksanakan pawai obor. Dari ujung kampung ke ujung kampung. Pawai obor akan berakhir di Masjid Tua Loghia,” kata LM Idhar, tokoh masyarakat Loghia.
   
Pada pawai tersebut diikuti oleh masyarakat dan dipimpin oleh pegawai Sara yang menggunakan jubah kebesaran berwarna putih-putih. Namun tahun ini, untuk pawai obor tidak dilaksanakan. “Tahun ini dan dua tahun lalu, pawai obor tidak dilaksanakan lagi. Ini tradisi masyarakat Loghia,” katanya. Ia berharap agar Pemerintah Desa segera menghidupkan kembali pawai obor, ketika menyambut bulan suci Ramadhan.
   
Pesan yang disampaikan dalam pawai obor tersebut adalah untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa telah tiba bulan Ramadan. Masyarakat diajak bersama-sama untuk menuju ke Masjid Tua Loghia. Setibanya di masjid, diadakan zikir bersama. “Kita menyebutnya defongkora zikiri (membuka zikir),” timpalnya.
   
Untuk kegiatan defongkora zikiri, kata Idhar, sampai saat ini masih berlangsung. Zikir bersama di Masjid Tua Loghia usai salat tarawih pertama, dilakukan sebagai bentuk penghormatan datangnya bulan puasa. Dan meminta kepada Allah SWT, agar diberi kekuatan untuk dapat menjalankan ibadah puasa sebulan penuh dan amalnya dapat diterima. “Zikir menyambut bulan Ramadan dilakukan di masjid. Bahkan sampai larut malam,” ujarnya.
   
Ia menjelaskan, urut-urutanya setelah pawai obor dan berkeliling kampung dan berakhir di Masjid Tua Loghia. Lalu dilaksanakan salat Magrib berjamaah. Usai salat Magrib, dilanjutkan dengan takbir. Lalu salat Isya dan dilanjutkan dengan tarawih. Setelah tarawih dilakukan zikir bersama.  Untuk kegiatan zikir usai salat tarawih, tidak saja dilakukan pada malam pertama Ramadan. Bahkan dilakukan selama bulan Ramadan. “Lamanya zikir tergantung imam yang memimpin. Terkadang sampai larut malam,” jelasnya.
   
Dari kegiatan zikir bersama itu, juga mengandung makna untuk menyiapkan masyarakat yang memiliki kualitas menjadi perangkat Sara. “Disitu akan dilihat, siapa-siapa masyarakat yang dapat melanjutkan untuk menjadi pegawai Sara di Loghia,” sambungnya. (*/b)

//Zikir Bersama Dilaksanakan Hingga Larut Malam
 
Bakar Kemenyan di Depan Pintu Nyaris Punah
Posted by Arasy Asylum | Monday, 22 June 2015   
-Tradisi Masyarakat Sultra Menyambut Bulan Ramadan (4)
   
Menyambut bulan suci Ramadan, berbagai tradisi yang dilakukan masyarakat. Untuk di Kabupaten Muna, setiap memasuki bulan suci Ramadan, masyarakat membakar kemenyang di depan pintu rumah masing-masing. Pembakaran dupa itu dilakukan sebagai bentuk ekspresi kegembiraan menyambut datangnya bulan puasa. Namun, tradisi itu mulai terkikis dan nyaris punah.


Awaluddin Usa

Berkeliling
ke kampung-kampung saat memasuki malam pertama Ramadan, utamanya di Kota Wuna, akan tercium aroma kemenyan atau dammar yang dibakar.  Setiap rumah warga, tepat di depan pintu, masyarakat membakar kemenyan atau dammar. Bau harum kemenyan yang terbakar itu, menyelimuti kampung.
   
Namun tidak semua masyarakat Muna masih mempertahankan tradisi membakar kemenyan tersebut. Kini, tradisi itu hanya dilakukan oleh beberapa warga saja. Itupun mereka yang tinggal di desa atau di kampung-kampung. Di Kota Raha, malah tradisi tersebut nyaris tak terlihat lagi. Masih ada beberapa orang yang melakukan. Namun ada yang sudah mengganti, bukan lagi kemenyan yang dibakar tapi lilin yang diletakan di depan pintu rumah mereka. “Tradisi kita setiap menyambut Ramadan dengan membakar kemenyan atau dammar dan menaruhnya di depan pintu,” cerita La Ode Sirad Imbo, tokoh masyarakat Muna.
   
Saat ia masih kecil, La Ode Sirad Imbo masih melihat setiap pintu rumah warga membakar kemenyan. Asap dari kemenyan itu membumbung ke udara, menyelimuti kampung dan mengeluarkan aroma yang harum. Membakar kemenyan atau Dammar  atau masyarakat Muna menyebut Sula Bidari, merupakan ekspresi kegembiraan menyambut datangnya bulan Ramadan. Membakar kemenyan dilakukan hanya saat menyambut bulan Ramadan, di hari-hari besar Islam lainya, tidak dilakukan. “Kalau di Mesir menyambut bulan Ramadan dengan memutar lagu-lagu Islam. Kita membakar kemenyan,” ujarnya. 
   
Apa makna dari membakar kemenyan itu? La Ode Sirad Imbo tidak mengetahui secara mendalam. Namun pesan yang disampaikan dengan Sula Bidari itu, sebagai bentuk ekspresi kegembiraan menyambut datangnya bulan yang suci.
   
Selain membakar kemenyan, satu tradisi yang sampai saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat Muna menyambut bulan Ramadan yakni menggelar baca-baca atau haroa. Setiap kali menyambut hari besar Islam, masyarakat pasti menggelar haroa.
   
Tradisi haroa sudah dikenal sebelum masuknya Islam di Muna. “Haroa itu dikenal sejak dulu di Muna,” sambung anak raja Muna La Ode Dika itu. Ketika masuknya Islam, tradisi haroa tetap dipertahankan. Malah menjadi tradisi dalam menyambut hari-hari besar Islam. Yang utama ada tujuh hari besar Islam yang disambut oleh masyarakat dengan menggelar haroa, yakni Ramadan, malam Lailatul Qadar, hari raya idul Fitri, Maulid, Isra Mijrad dan malam Nifsyu Syaban.
   
Ketika melaksanakan baca-baca atau haroa, sang pemilik hajatan menyediakan aneka jenis makanan tradisional yang ditutupi dengan bhosara. Bhosara tersebut lalu ditutupi dengan kain kerudung berwarna putih.
   
Membaca haroa, lanjut Sirad Imbo, dilakukan usai melaksanakan ziarah kubur. Membaca haroa dilakukan oleh seorang Imam atau Modhi. Lewat tradisi haroa, juga bermakna menyantuni roh-roh pendahulu yang sudah meninggal. Kepercayaan masyarakat Muna bahwa orang yang meninggal itu, masih memiliki semangat hidup. “Rohnya masih hidup. Makanya dibaca-bacakan dan dikirimkan doa," ujarnya.
   
Haroa menyambut bulan Ramadan juga bermaka agar orang yang menjalankan ibadah puasa diberi kekuatan. “Tidak sakit, agar sebulan penuh dapat menjalankan ibadah puasa,” katanya.
   
Ketika melaksanakan haroa, biasanya Modhi membakar dupa. Dupa itu, kata Sirad Imbo, merupakan niat.  Membaca doa itu harus diawali dengan niat. “Tidak ada doa tanpa niat. Tanpa niat, doa itu tidak akan sampai. Niat saat horoa terletak pada dupanya,” jelasnya.
   
Ia menyimpulkan, haroa menyambut Ramadan, mendoakan agar seseorang sehat walafiat, tidak ada halangan selema menjalankan ibadah puasa dan tidak ada arwah yang mengganggu, keluarga yang ditinggalkan. (bersambung/b)

//Membakar Kemenyang Diganti dengan Lilin
 
Pembangunan Dua Masjid Dilanjutkan
Posted by Arasy Asylum | Friday, 19 June 2015   
Al Munawarah Rp 4 Miliar, Al Munajab Rp 1,5 Miliar


Raha, KP-
Tahun ini, Pemda Muna menggenjot menyelesaikan pembangunan dua mesjid besar. Mesjid Al Munajab dan mesjid raya Al Munawarah. Lanjutan pembangunan kedua mesjid tersebut dianggarkan sebesar Rp 5,5 miliar.
          
Kadis PU Muna, La Ode Husman, mengatakan, pembangunan mesjid agung Al Munawarah telah dirintis sejak tahun 2013. Ditahap awal, dialokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk peletakan dasar pembangunan. Kemudian, ditahun 2014 kembali dialokasikan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar. Tahun ini, instansi kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4 miliar, untuk pembangunan kubah
          
Kata dia, untuk kubah yang dibangun direncanakan menggunakan sistem buka tutup,  meniru konsep mesjid Nabawi. Nantinya bahan untuk plafon yang digunakan kedap air. Sehingga, plafonnya akan bertahan lama. Anggaran sebesar itu juga akan digunakan untuk memasang lantai mesjid tersebut.
           
Selain itu, kata dia, Pemda Muna juga kembali mengalokasikan anggaran untuk penyelesaian pembangunan mesjid AlMunajab. Tahun ini, kembali dialokasikan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar, untuk pemasangan plafon, lantai dan jendela. “Plafon yang digunakan sama pada mesjid  Al Munawarah, yakni plafon yang kedap air,” tambahnya. (awn/c)
 
Kinerja Pegawai Dipantau
Posted by Arasy Asylum | Friday, 19 June 2015   

Raha, KP-
Selama bulan Ramadan, Pemda Muna memberikan kebijakan pengurangan jam kerja bagi para PNS. Jam kerja yang mendapat pengurangan dipagi hari. Bila setiap harinya para PNS dilingkup Pemda masuk jam kerja pada pukul 07.00 Wita, selama bulan Ramadhan menjadi pukul 08.00 Wita. Untuk jam pulang tidak ada perubahan, tetap pada pukul 01.45 menit. Meski demikian, pemda tidak mengharapkan adanya pengurangan etos kerja. Kinerja para PNS akan terus dipantau.
           
Asisten III Pemda Muna, Edy Uga SH, mengatakan, pengurangan jam kerja kantor bagi para PNS, merupakan langkah untuk menghormati para PNS yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Pengurangan jam kerja PNS tidak akan mengurangi pelayanan masyarakat. Sosialisasi akan adanya pengurangan jam kerja PNS telah disampaikan kepada masing-masing SKPD dan dipasang pada pengumuman yang tersedia. ”Pemda akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, meski ada pengurangan jam kerja selama bulan ramadhan,”ujarnya.
           
PNS dilingkup Pemda Muna nantinya akan bekerja pada hari Senin sampai Kamis, dimulai pukul 08.00 Wita sampai 13.45 Wita. Pada hari Jum’at masa kerja dari pukul 08.00 Wita sampai pukul 12.00 Wita dan pada hari Sabtu dari pukul 08.00 Wita sampai pada pukul 13.00 Wita. “Hari senin sampai Kamis dan Sabtu, diberikan waktu istrahat dari pukul 12.00 sampai 12.30 Wita, untuk melaksanakan shalat,”ujarnya.
          
Untuk pengektifan jam kerja baru tersebut, kata mantan Kabag Hukum Pemda Muna itu, pihaknya akan melakukan pengawasan. “Suatu saat nanti kita akan mengunjungi setiap perkantoran, untuk melakukan pengawasan,”timpalnya. Bagi PNS yang ditemukan tidak berada di kantor tanpa sepengetahuan atasan pada jam kerja, akan diberikan sanksi. “Sanksinya pasti ada,”tukasnya.
   
Pantauan koran ini, dihari pertama puasa di Sekertariat kantor Bupati, aktivitas perkantoran tampak sepi. Disejumlah bagian, jumlah PNS yang hadir hanya beberapa orang saja.  (awn/b)
 
Raperda Penanggulangan HIV AIDS Digagas
Posted by Arasy Asylum | Thursday, 18 June 2015   





Raha, KP-
Jumlah penderita HIV AIDS di Kabupaten Muna terus mengalami peningkatan. Dominan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut, dibawa oleh para perantau. Tahun 2013, data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Sultra, di Muna terdapat 27 penerita HIV AIDS. Berada diurutan ke empat, setelah Buton, Baubau dan Kendari.
          
Penularan penyakit tersebut sudah sangat mengkhawatirkan. Karena itu, DPRD berinisiatif untuk membuat rancangan peraturan daerah (raperda) penanggulangan HIV AIDS. “Dari data Dinas Kesehatan Sutra, bahwa Muna menduduki peringkat ke empat terbesar penderita HIV AIDS, ini tentu sangat mengkhawatirkan. Karena itu, perlu dibuatkan perda untuk menanggulangi penularan penyakit mematikan tersebut,”kata Abdul Radjab Biku, Ketua Baleg DPRD Muna.
           
Paling terpenting dari perda tersebut adalah bahwa setiap tahunnya Pemda Muna mengalokasikan anggaran untuk penanggulangan penyebaran dan pengobatan penyakit HIV AIDS.
           
Selain raperda penanggulangan HIV AIDS, kata mantan Ketua DPD II PAN Muna itu, Dewan juga menginisiasi lahirnya raperda penertiban dan penataan hasil hutan, pengentasan baca tulis Al Qur’an dan raperda pemberdayaan usaha kecil dan menengah.
          
Begitupula dengan raperda pemberdayaan usaha kecil dan menengah. Kata anggota komisi I DPRD Muna itu, mencakup terkait bagaimana dapat membantu pengusaha mikro untuk mendapatkan bantuan, meningkatkan produktivitas mereka dan membuatkan jaringan pemasaran.
           
Radjab Biku menambahkan, selain empat raperda inisiatif. Tahun ini, DPRD juga menerima 15 raperda usulan dari Pemda Muna. Raperda tersebut meliputi, raperda tentang Desa, RPJMD 2015, urusan Pemerintah Daerah, organisasi perangkat daerah, zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Muna, pemberdayaan pelestarian adat istiadat budaya dan pembentukan lembaga adat Muna, kawasan tanpa rokok, pengharustamaan gender dan raperda kebersihan dan keindahan.
           
“Dalam pembahasan usulan raperda ini, nanti akan dibicarakan dengan komisi-komisi, terkait langkah kongkrit pembahasannya,”tukasnya. (awn/c)
 
BKD Verifikasi Ijazah PNS
Posted by Arasy Asylum | Thursday, 18 June 2015   

Raha, KP-
Badan Kepegawain Daerah (BKD) Muna mulai melakukan verifikasi izasah sarjana PNS di lingkup Pemda Muna. BKD sudah membetuk tim yang akan melakukan verifikasi izasah PNS di masing-masing SKPD. Direncanakan verifikasi yang dilakukan selesai dalam waktu dua minggu.
           
Kepala BKD Muna, Sukarman Loke mengatakan, dalam melakukan verifikasi BKD memberikan blanko pengisian identitas kepada setiap PNS berizasah sarjana. Blangko tersebut diberikan melalui SKPD masing-masing. “Isian blanko tersebut diantaranya adalah nama, NIP dan melampirkan foto copy ijazah,”ujarnya.
          
Daftar isian blangko tersebut, lanjut dia, lalu disetor kembali ke BKD. Nantinya tim yang telah dibentuk, akan melakukan verifikasi faktual. Verifikasi dilakukan dengan memasukan nomor seri ijazah pada kolom yang telah disediakan oleh Dikti. “Dari nomor seri tersebut akan diketahui, ijazah seseorang palsu atau tidak,”jelasnya.
          
Hasil verifikasi yang dilakukan oleh BKD Muna, kemudian diserahkan kembali ke KemenPAN. KemenPAN akan kembali melakukan verifikasi.
           
Bila ketahuan PNS menggunakan ijazah palsu, kata mantan Kepala Koperasi dan UKM itu telah ada sanksi yang disiapkan. Sanksinya berupa penurunan pangkat sampai pemecatan. Penurunan pangkat bila oknum PNS menggunakan ijazah palsu itu untuk kenaikan pangkat dan pemecatan bila PNS itu menggunakan ijazah tersebut ketika ikut seleksi CPNSD. Pemberian sanksi tersebut sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan oleh KemenPAN. Nanti KemenPAN yang melakukan pemecatan. (awn/b)
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >>

Langganan Koran
Berita Terkini
Link Banner
Link Banner