KendariNews.com | Tuesday, 2 September 2014
Welcome at KendariNews.com
Beranda
Imsak Pulang, Kapolres Pergi
Written by La Taya   
Saturday, 01 June 2013
ImageKENDARINEWS.COM (Kendari) : Setelah lebih dari dua tahun bertugas, pengabdian AKBP Yuyun Yundhantara sebagai Kapolresta Kendari berakhir dua hari lalu, tepatnya tanggal 30 Mei 2013. Ia dipindahtugaskan ke Polda Sumatra Utara sebagai Wadir Intelkam. Entah kebetulan atau ada kaitannya, perginya Yuyun bersamaan dengan kepulangan Imsak Abd Samad ke Kendari setelah hampir sebulan, tersangka pembunuhan tiga nyawa itu jadi buronan Polresta Kendari, anak buah Yuyun Yudhantara, yang kemudian menyerah.
Hari ini, Imsak Abd Samad diperkirakan pulang ke Kendari setelah tiga hari berada di sel Polres Kepulauan Sula. Sedangkan Yuyun juga sudah harus pergi karena posisinya sebagai orang nomor satu di Polresta Kendari sudah resmi digantikan AKBP Anjar Wicaksana, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Konawe Selatan. Pergantian ini berdasarkan telegram bernomor ST/120/V/2013. (lihat grafis)
    
Apakah pergantian Kapolres Kendari ini terkait dengan sempat lepasnya Imsak ? Kompol Dolfi Kumaseh, Kasubdit PID Humas Polda Sultra membantah tegas jika mutasi ini dikaitkan dengan Imsak. Menurutnya, pergantian Kapolres tidak ada kaitannya dengan kasus tersebut. “Mutasi ini dilaksanakan sebagai upaya penyegaran dan itu menjadi hal yang lumrah terjadi di tubuh Polri," akunya.
    
Spekulasi itu memang wajar jika dikaitkan publik. Catatan merah Kapolresta Kendari ini, khususnya yang berkaitan dengan Imsak memang lumayan fatal. Pertama, saat terjadi peristiwa pembunuhan di Kemaraya, 26 April lalu, beberapa saat setelah olah TKP dilakukan petugas, Kapolresta sudah dengan berani menyampaikan ke media massa bahwa tersangka pelaku pembunuhan adalah anak kandung korban. Pernyataan itu dikutip Kapolresta hanya setelah mendengar kesaksian dari anak korban yang lain, tanpa melakukan verifikasi.
    
Kedua, 5 Mei lalu, entah bagaimana bisa, aparat Polresta Kendari hanya memberi pengamanan seadanya kepada Imsak Abd Samad ketika diperiksa di Rumah Sakit Jiwa. Gara-gara lalainya petugas, Imsak kemudian kabur. Polisi panik dan mencoba menentramkan hati keluarga korban bahwa mereka akan berusaha agar Imsak segera tertangkap. Kapolres pun menyampaikan bahwa semua pintu-pintu keluar Kendari sudah ditutup, dan polisi bersiaga penuh.
    
Tapi, lagi-lagi ini soal manajerial kepemipinan. Saat polisi berkomitmen bahwa ruang gerak Imsak sudah menyempit karena tak ada uang dan kondisi terborgol, tahu-tahu Imsak sudah sampai ke Maluku. Lalu bagaimana bisa seseorang yang sudah diumumkan jadi DPO, dijaga terus ruang geraknya, termasuk akses keluar Kota Kendari bisa melanglang buana sampai ke Kepulauan Sula. Bahkan, bukannya tertangkap, Imsak yang capek melarikan diri dan memilih menyerah. (m1/KP)
 
Kolaka Pos Online