KendariNews.com | Tuesday, 30 September 2014
Welcome at KendariNews.com
Beranda
46 Rumah Warga Terendam
Written by Siti Asiah   
Tuesday, 02 July 2013
KENDARINEWS.COM (Raha): "Kado" banjir menyambut HUT ke-54 Kabupaten Muna, harusnya bisa menggugah kesadaran pemerintah untuk lebih memprioritaskan penanggulangan bencana bagi warga di daerah itu. Nyatanya, meski sudah berulang-ulang terjadi dalam setiap musim penghujan, namun belum ada langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah dan instansi teknis untuk menangani persoalan banjir, khususnya di kawasan Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Batalaiworu, sekitar kantor Kodim 1416 Raha.
Setiap musim penghujan, air Sungai Labalano dan Wangkoborona meluap dan meredam pemukiman di wilayah tersebut. Hujan seharian yang mengguyur Kota Raha, kemarin kembali meredam 46 unit rumah dan dua bangunan pemerintah, kantor Kodim Raha dan SD 4 Katobu. Di pemukiman penduduk dan kantor Kodim, air bahkan naik hingga mencapai pinggang orang dewasa. Ruas jalan utama Gatot Subroto pun terendam dan tak dapat dilintasi kendaraan. Beberapa warga sekitar memanfaatkan kesempatan itu dengan mengutip tarif Rp 20 ribu untuk membantu menyeberangkan kendaraan bermotor, dengan menggunakan gerobak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan dua perahu karet untuk membantu warga yang ingin melintasi jalan Gatot Subroto.         

Bupati Muna, LM Baharuddin bersama Kasdim Raha, Mayor (Art) La Ode Mursali bersama Sekab Nurdin Pamone, Kadis PU, Yamin Imran dan Kepala BPBD, Muh. Yusup sempat "menonton" langsung banjir yang menimpa warga tersebut di lokasi dengan menggunakan perahu karet. Menurut Mayor Art La Ode Mursali, banjir di kawasan kantor Kodim disebabkan penggundulan hutan lindung, sehingga tak ada lagi daerah tangkapan air. Sungai Wangkoborona dan Liabalano tidak dapat lagi menampung debit air limpahan dari hutan yang gundul. "Makanya,  air meluap dan merendam pemukiman warga. Selain itu pembuatan tanggul yang menutup aliran air di sungai kecil, menjadi salah satu penyebab. Air yang meluap bukan saja dari atas, tapi datang dari bawah karena bersamaan dengan naiknya air laut. Setiap tahun, bila musim penghujan daerah ini menjadi langganan banjir. Tahun ini menjadi banjir yang terbesar," ungkap Mursali.
        
Bupati Muna, H. LM Baharuddin meninjau langsung tanggul yang menutup aliran air itu. Ia langsung memerintahkan Dinas PU untuk membongkar tanggul tersebut. "Jangka pendeknya, hari ini langsung dibongkar. Jangan menunggu lagi, jangan sampai hujan beberapa hari ini tidak reda," instruksinya. (awn/KP)
 
Kolaka Pos Online