KendariNews.com | Thursday, 24 April 2014
Welcome at KendariNews.com
Beranda arrow Sultra arrow Dua Dilumpuhkan, Tiga Kabur ke Hutan
Dua Dilumpuhkan, Tiga Kabur ke Hutan
Written by Siti Asiah   
Sunday, 19 May 2013
KENDARINEWS.COM (Kerinci): Polisi Resort Kerinci, Jambi, berhasil meringkus dua dari lima kawanan perampok yang menyantroni rumah Akmil, warga Desa Belui, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, kemarin (18/5).
Dua pelaku yang diamankan itu adalah Randi Swandi (37) dan Agus Wilmansyah (34), warga Plaju, Sumatera Selatan yang merupakan resedivis kambuhan.

Kawanan ini diketahui telah merampok di Kabupaten Sarolangun. Saat penangkapan, polisi terpaksa melumpuhkan dua pelaku dengan timah panas karena mencoba melawan dan kabur saat disergap.

Setelah dilumpuhkan, kedua pelaku dibawa ke RSUD Mayjend HA Thalib guna diambil butiran peluru yang bersarang di kaki pelaku. Kemudian di introgasi di Mapolres Kerinci.
 
Kanit Buser III Polres Kerinci Bripka Amdani mengatakan, dua orang pelaku ini ditangkap polisi di Desa Pulau Sangkar, Kecamatan Pasar Kerman. Saat itu, para perampok ini mengelabui dengan cara masuk ke dalam semak-semak di pinggir sungai.
 
Keberadaan perampok ini diketahui setelah polisi mendapat informasi dari warga sekitar. Pelaku sempat menanyakan kepada warga arah tujuan ke Jambi. Sedangkan tiga lainya saat ini masih dalam pengejaran polisi. “Tiga lainnya masih dalam pengejaran. Kita memperkirakan mereka masih berada disekitar daerah sana,” terangnya.
 
Ditambahkannya, kendaraan yang digunakan kawanan perampok, sebelumnya ditinggalkan di sebuah rumah makan di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Keliling Danau dan saat ini kendaraan tersebut sudah diamankan polisi. Sedangkan, barang hasil rampokan seperti emas, laptop dan uang, diduga dibuang pelaku dan diamankan oleh pelaku lainnya.
 
Kasat Intel AKP M Rustam menambahkan, pengejaran terhadap pelaku lain terus dilakukan.  “Tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas. Ketiganya lari masuk lebih jauh ke dalam hutan, mudah-mudahan ketiga pelaku dapat ditangkap secepatnya,” ujarnya.
 
Ditambahkannya, ketiga pelaku lainnya mudah ditangkap berdasarkan pengembangan dari dua pelaku yang telah ditangkap. Apalagi, polisi sudah mengetahui jejak larinya para pelaku.    

“Para pelaku kan juga butuh makan di dalam hutan. Sementara persediaan makanan tentu tidak ada. Dan itu akan memudahkan proses pengejaran untuk menangkap ketiganya,” tandasnya.(fyo/ira/jpnn)