IKLAN BARIS
(1) Dikontrakan rumah di BTN Kendari Permai Blok P6/3 beserta fasilitas berupa lemari pakaian 2 buah, meja makan, kursi tamu, dan perlengkapan dapur, termasuk air dan listrik. Biaya kontrakan Rp. 7 juta per tahun dengan lama kontrakan minimal 2 tahun. Berminat hubungi 0823 4579 937. (2) Dijual mobil Rush warna hitam jarang dipakai. Tanpa perantara hubungi 0812 4569 1933. (3) Dijual segera burung kacer dengan harga miring, melayani partai dan eceran, juga sedia burung Murai Batu, Cucak Hijau dll. Peminat langsung hubungi Firdaus 0852 7676 3942, Hisyam 0853 9756 2094 + Jual dua ekor kenari merah impor kualitas bagus. Harga 2 juta per ekor. Hubungi +62811401718 atas nama Joko, Kendari, Ranomeeto.
KN Sunday, 26 October 2014   M F T E R

GRAHA PENA, Jl. Malik Raya 50 Kendari Sultra
Phone : 0401-3120110, Fax.0401-3123771
Redaksi: kendarinews@asia.com
Iklan: kendarinews@asia.com
Space
Home
ShareThis
Bagikan : Tutup
Desak Pemerintah, Membangun Pabrik Biji Mineral
Posted by Didin | Friday, 17 January 2014   
KENDARINEWS.COM, JAKARTA -  Jumat (17/1), Pemerintah diminta bersikap tegas terhadap perusahaan tambang besar asing yang belum membangun pabrik pemurnian biji mineral (smelter) di daerah tambang. Pasalnya, ketentuan itu merupakan perintah UU Mineral dan Batubara.
"Tidak ada alasan lagi bagi perusahaan tambang besar asing untuk mengelak. Jika mereka masih mengabaikan mandat UU, harus ditindak dengan tegas,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Demokrat, S. Milton Pakpahan, dalam keterangan pers tertulis,.

Dia memberi contoh dua perusahaan tambang besar asing yang belum membangun smelter adalah PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara. Semestinya perusahaan harus membangun smelter di daerah tambang.

“Lagipula, membangun smelter tidak ada ruginya bagi perusahaan. Nyatanya, perusahaan semacam ini di luar negeri juga membangun pabrik itu dan tidak mengalami kerugian,” ujar politisi Demokrat itu.

Seperti diketahui, pemerintah menerapkan kebijakan larangan ekspor bahan mentah mineral sejak tanggal 12 Januari 2014 dan langsung diamanatkan dalam bentuk Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

UU tersebut berisi peningkatan nilai tambah pengolahan dan pemurnian hasil tambang di dalam negeri di mana untuk pemegang kontrak karya yang sudah berproduksi wajib melakukan permurnian selambat-lambatnya 5 (lima) tahun sejak UU Minerba diundangkan.

“Dalam penjabarannya, pengusaha tambang perlu memiliki smelter guna mengolah bahan mineral mentah sebelum diekspor. Hal ini akan mendorong bertambahnya keuntungan bagi pemerintah karena secara linier akan menambah peluang kerja dan tentunya menguntungkan pemerintah,” papar caleg dapil Sumatera Utara II ini.

Ia mencontohkan salah satu perusahaan yang telah menerapkan peraturan tersebut adalah PT Smelting Gresik yang merupakan pabrik pengolahan biji tembaga menjadi tembaga murni. (sam/jpnn)

 
Comments
Add New RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

 
 
Flash News