KN Sunday, 5 July 2015  

GRAHA PENA, Jl. Malik Raya 50 Kendari Sultra
Phone : 0401-3126513
Redaksi: redaksi@kendarinews.com
Iklan: iklan@kendarinews.com
Link Banner
Home arrow Kolaka
Berita Kolaka
Polisi Diminta Bekerja Maksimal
Posted by Arasy Asylum | Saturday, 04 July 2015   
-Berprestasi, Diberi Reward

Kolaka, KP- Peringatan HUT Bhayangkara ke-69 di lingkup Polres Kolaka diisi dengan beberapa kegiatan. Salah satunya pemberian penghargaan (reward) kepada polisi berprestasi. Pada kesempatan yang sama Kapolres Kolaka juga mengingatkan agar aparatnya dapat memaksimalkan kinerja.   
   
Kapolres juga mengatakan saat ini pelayanan polisi di wilayah Kolaka dan Kolaka Timur belum maksimal. Sebab keterbatasan personil dalam menghandle dua kabupaten sekaligus. Apalagi saat ini personil Polres Kolaka hanya sebanyak 623 orang. Seharusnya 1.400 orang, karena perbandingan ratusan jiwa masyarakat berbanding satu personil polisi. Jadi selisihnya sekarang, kita masih kekurangan 55 persen anggota untuk mengamankan dua wilayah.
   
"Segala bentuk prestasi yang diperoleh para anggota, mulai dari bidang olahraga, maupun dalam melaksanakan tugas sebagai penegak hukum. Semoga apa yang telah mereka raih dapat terus dipertahankan," ungkap Kapolres Kolaka, AKBP Agus Iman Rifai disela-sela acara buka puasa bersama, di Polres Kolaka, (1/7).
   
Belasan anggota Polres Kolaka mendapat penghargaan karena dianggap berprestasi dalam melaksanakan tugas. Reward tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Kolaka, AKBP Agus Iman Rifai didampingi Dandim 1412 Kolaka, Letkol Czi Cosmas MD, SE.
   
Ia mengatakan reward tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada anggota yang telah berusaha dalam melaksanakan tugas. Termasuk mereka yang berprestasi dalam bidang olehraga. "Kedepanya, bagi yang belum memperoleh penghargaan agar dapat melaksanakan tugas dengan baik. Dengan begitu, juga akan diberi reward. Terus bekerja secara optimal dalam melayani masyarakat. Kita akan berusaha sebaik mungkin untuk terus menjadi pengayom," tandasnya. (dan/c)
 
PT Antam Salurkan 500 Paket Sembako
Posted by Arasy Asylum | Saturday, 04 July 2015   

Kolaka, KP-
Tak mau ketinggalan dalam kegiatan sosial di bulan suci Ramahan, PT Antam Tbk UBPN  Sultra menggelar pasar murah di Sekretariat Camat Pomalaa, kemarin (3/7). Perusahaan penghasil nikel tersebut menyalurkan 500 paket sembako berupa gula pasir, minyak goreng, terigu plus gula yang dijual seharga Rp 50 ribu per paket.
   
"Walaupun nilai yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun paling tidak dengan pasar ini dapat meringankan beban masyarakat," ungkap Vice President HR and CSR PT Antam Tbk UBPN Sultra, dr. Hakim Nur Mampa saat ditemui disela-sela penjualan paket sembako.
   
Kegiatan ini merupakan intruksi dari Kementerian BUMN. Jadi seluruh BUMN harus melaksanakan, termasuk PT Antam Tbk. Semua unit Antam melaksanakan pasar murah, kecuali kantor pusat. Menurutnya, bulan suci Ramadan sejumlah harga kebutuhan pokok naik menyebabkan daya beli masyarakat menurun. Olehnya itu dengan kehadiran pasar murah dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan begitu, masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan baik.
   
Kata dia, tahun lalu Antam tidak menggelar pasar murah. Karena pasar murah yang dikoordinir oleh Kementerian BUMN hanya digelar tahun ini saja.  "Tapi tahun ini, Antam dua kali menggelar pasar murah. Pertama penjualan 500 paket sembako atas intruksi Kementerian BUMN. Nanti akan digelar lagi bekerjasama dengan Dinas Koperindag, 7 Juli 2015 dilaksanakan di Aula Manunggal, Kecamatan Pomalaa. Kami akan menyalurkan seribu paket," tandas pria berkacamata itu.
   
Antam fokus menggelar pasar murah di ring satu, Kecamatan Pomalaa. Sedangkan Dinas Koperindag menggelar di kecamatan lain. Sebetulnya banyak lokasi pasar murah yang dapat dipakai. Hanya saja, kata dia pihaknya ingin memperlihatkan bahwa kegiatan pasar murah Antam bersinergi dengan pemerintah kecamatan. (dan/c)
 
Tersangka Pengedar Sabu Ditangkap
Posted by Arasy Asylum | Thursday, 02 July 2015   

Kolaka, KP-
Kerjasama antara Polri dan TNI di Kabupaten Kolaka terlihat. Tak hanya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, Kodim 1412 Kolaka membantu polisi memberantas narkoba di wilayah itu. Kemarin, (1/7) anggota Kodim berhasil menangkap seorang pria bernama Daud, yang diduga pengedar narkotika jenis Sabu.
   
Dalam penangkapan tersebut, lembaga yang dinahkodai oleh Letkol Czi Cosmas Manukallo Danga, SE mengamankan Daud beserta barang bukti berupa sabu seberat 15,68 gram di Pelabuhan Feri Kolaka.
   
Awalnya, Selasa 30 juni 2015 sekitar pukul 19.00 wita terdengar informasi jika diatas Kapal Fery KM. Permata Nusantara rute Pelabuhan Fery Bajoe-Fery Kolaka memuat sebuah bus Mattirobulu asal Kabupaten Pinrang dan Sidrap  membawa  narkoba jenis shabu seberat kurang lebih 20 gram.
   
Mendengar laporan tersebut,anggota Kodim 1412 Kolaka melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi itu. Rabu, 1 Juli 2015 sekitar pukul 05.30 wita anggota Unit Intel Kodim 1412 Kolaka, Serda Arfah dan Kopda Nurdin  bersama anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Kolaka datang di Pelabuhan Fery Kolaka untuk memeriksa bus yang diduga memuat serbuk haram. Hasilnya, ditemukan dua paket narkoba jenis sabu seberat 15,68 gram dikemas dalam kotak pembungkus sepatu wanita berwarna pink.
   
"Sekitar pukul 06.00 wita tiba-tiba seorang pria bernama Daud menanyakan paket kiriman dengan alamat tujuan atas nama pak Ramli di Kolaka yang diangkut oleh bus Mattirobulu kode polisi DD 7511 dengan trayek Kendari-Pinrang, Sulsel," ungkap Dandim 1412 Kolaka, melalui Pasi Intel, Kapten Inf Hamka Saad.
   
Tak membutuhkan waktu lama, yang bersangkutan langsung dibekuk. Tersangka pun digelandang ke Polres Kolaka untuk dimintai keterangannya. Hamka Saad mengatakan, saat ini tersangka sedang menjalani pemeriksaan di Polres Kolaka terkait asal muasal serbuk mematikan itu.
   
Sementara itu, Kapolres Kolaka, AKBP Agus Iman Rifai mengatakan, pihaknya sedang menindaklanjuti kasus tersebut. Tersangka sedang  menjalani pemeriksaan di ruangan Satuan Narkoba Polres Kolaka. (dan/b)
 
Petani Kolaka Keciprat Bantuan Pertanian
Posted by Arasy Asylum | Tuesday, 30 June 2015   

Kolaka, KP-
pemda Kolaka benar-benar mengharapkan produksi hasil pertanian masyarakat dapat meningkat. Makanya, Dinas Pertanian, Hortikultura dan Peternakan Kolaka menyalurkan bantuan pertanian berupa 20 power thresher (penggiling padi) multiguna dan 8 mesin pompa air kepada petani.
   
Wakil Bupati Kolaka, Muhammad Jayadin didampingi Plt Kadistan Kolaka, Muhammad Azikin dan Dandim 1412 Kolaka, Letkol Czi. Cosmas, MD, SE menyerahkan alat tersebut kepada puluhan petani di Kolaka. "Selain mesin itu, masih banyak bantuan lain yang akan diberikan pemerintah kepada para petani di Kolaka. Sebab urutan ke tiga dalam program pembangunan pemerintah yakni pada sektor pertanian," ungkap Wakil Bupati Kolaka, Muhammad Jayadin saat memberikan sambutan di pelataran Dinas Pertanian, Hortikultura, dan Peternakan Kolaka, kemarin (29/6).
   
Ia mengatakan, Pemkab Kolaka tidak hanya bekerja sendiri dalam mengembangkan swasembada di Kolaka, namun TNI juga turut membantu. Semoga dengan keterlibatan TNI, maka negara ini akan menjadi penghasil produk pertanian terbesar di dunia. Pasangan Ahmad Safei itu meminta kepada petani yang menerima bantuan agar menjaga alat itu sebaik-baiknya. Dirawat dengan baik, sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu panjang. Karena alat ini dapat meringankan pekerjaan petani. Apalagi alat yang diberikan ini multi guna. Karena dapat digunakan untuk menggiling padi, kedelai dan jagung.  "Jadi tidak hanya satu macam saja, jenis produk pertanian yang dapat diolah oleh alat tersebut," kata Jayadin.
   
Setelah dipakai, kata dia alat tersebut dibawah pulang ke rumah. Sehingga tidak diambil oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Alat harus dirawat dengan baik, sehingga dapat dimanfaatkan dalam waktu yang cukup lama. Jangan seperti bantuan yang diserahkan tahun lalu, baru beberapa bulan diberikan, namun alatnya sudah rusak. Lalu datang lagi membawa proposal untuk memperoleh bantuan. "Tentu kami akan melakukan lobi-lobi kepada pemerintah pusat memberikan bantuan kepada petani di Kolaka," paparnya.
   
Sementara itu, Plt Kadis Pertanian, Hortikultura dan Peternakan Kolaka, Muhammad Azikin mengatakan anggaran untuk membeli bantuan itu berasal dari APBD dan APBN. Untuk 20 unit mesin penggiling dari APBD. Untuk satu unit dibeli dengan harga sebesar Rp 25 juta. Artinya anggaran yang digelontorkan untuk membeli alat tersebut sekitar Rp 500 juta.Kalau 8 unit pompa air, ia mengaku tidak mengetahui berapa anggaranya. Karena itu merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang menggunakan dana APBN. Apalagi pihaknya hanya menerima dalam bentuk fisik. Lalu memberikanya kepada petani. "Insyaalah tahun mendatang kami juga akan memberikan bantuan kepada petani. Kami akan terus berupaya untuk itu," tandasnya.  (dan/c)
 
Dharma Wanita Santuni Warga di 14 Kelurahan
Posted by Arasy Asylum | Monday, 29 June 2015   

Kolaka, KP-
Dharma Wanita Pemkab Kolaka menyantuni sejumlah warga kurang mampu di 14 Kelurahan, Sabtu (27/6). Terbagi dalam dua kelompok, mereka menyambangi setiap keluarahan yang ada di Kecamatan Latambaga dan Kolaka guna memberikan sembako kepada warga kurang mampu.
   
Dipimpin Wakil Ketua Dharma Wanita Kolaka, Hj. Andi Subaedah Ismail mereka menyerahkan sembako kepada  warga yang dianggap layak untuk menerima bantuan tersebut pada masing-masing kelurahan.
   
"Kami melaksanakan kegiatan ini selama dua hari. Setiap kelurahan kami memberikan bantuan Sembako kepada sebanyak 10 Kepala keluarga  (KK).  Semoga apa yang kami berikan dapat dinikmati oleh warga yang menerimanya. Memang pemberian ini tidak seberapa, tapi maknanya  yang perlu pahami," ungkap Hj. Andi Subaedah Ismail, didampingi oleh anggotanya, Hj. Andi Wahida di aula Kelurahan Lalombaa, Kecamatan  Kolaka usai menyerahkan bantuan.
   
Kata dia, tahun sebelumnya Dharma Wanita juga  menggelar kegiatan yang serupa.  "Semoga di bulan suci Ramadan, apa yang kami berikan dapat bermanfaat," tandasnya.
   
Kegiatan hanya dilakukan pada dua kecamatan, namun kedepan akan diupayakan sehingga bantuan diberikan kepada seluruh warga pada 12 Kecamatan di Kolaka. Bila banyak dana yang terkumpul, kata dia pasti Sembako akan disalurkan mencakup semua kecamatan. Namun keterbatasan dana, maka baru  14 Kelurahan saja yang dapat diberikan bantuan. Itupun hanya sebanyak 10 KK setiap kelurahan yang mendapat bantuan.
   
"Mudah-mudahan ketika kita sudah semakin mampu, kami akan membagikan sembako di sejumlah tempat yang dianggap layak mendapatkan  bantuan. Saat ini dana terbatas, hanya sumbangan para pengurus Dharma Wanita saja," katanya. (dan/c)
 
Inventarisasi Aset Pemda Kolaka Belum Optimal
Posted by Arasy Asylum | Monday, 29 June 2015   

Kolaka, KP-
Pemkab Kolaka belum meraih opini WTP dari BPK RI Perwakilan Sultra terkait Laporan Keuangan Daerah (LKPD). Selama dua tahun berturut-turut hanya mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Alasanya masih banyak aset di daerah otorita Ahmad Safei itu tidak terinventaris dengan baik. Tidak diketahui dimana kebaradaanya.
   
"Inventaris aset sudah dilakukan. Namun masih ada saja yang belum terselesaikan. Ada sesuatu yang dianggap masif oleh BPK, bahkan telah menjadi catatan BPK selama tiga tahun terakhir. Memang sudah ada progres pendataan aset, tapi sedikit sekali. Inilah yang membuat Kolaka tidak memperoleh opini WTP dari BPK atas laporan keuangan daerah," ungkap Bupati Kolaka, Ahmad Safei, SH saat ditemui di depan Sekretariat Bupati Kolaka, beberapa hari lalu.
   
Pasangan Muhammad Jayadin itu optimis akan mendapatkan WTP tahun mendatang. Karena opini WDP tahun ini, kata dia dirinya baru menjabat. Sehingga belum sempat melakukan pembenahan secara maksimal. Olehnya itu, ia berjanji akan berupaya agar pemerintahan yang dinahkodainya memperoleh WTP.
   
Mantan Sekda Kolaka itu mengatakan akan melakukan kerjasama dengan BPK untuk mengaudit aset yang ada di Kolaka. Bahkan, telah memperoleh petunjuk dari BPK. Memang aset di Kolaka ini mengalami kendala untuk diinventaris, alasanya kolaka merupakan kabupaten tua di Sultra, dimana masih banyak aset yang melekat di instansi vertikal.
   
Apalagi kala itu kata dia Perhubungan, Pendidikan, Tenaga Kerja, BPMD, Sosial, Kesbangpol masuk dalam lingkup instansi vertikal. Termasuk, dengan sebagian kecamatan. Sehingga waktu itu, bantuan dari pemerintah pusat datang begitu saja. "Ada yang datang di Kolaka hanya sebatas surat tanpa barang, sebaliknya ada pula barang tanpa surat. Nah ini sekarang yang sedang kami cari untuk didata," paparnya.
   
Yang menyulitkan, kata dia kantornya sudah berpindah-pindah lokasi beberapa kali. Kalau ada surat, harus dicari barangnya. "Nah, sekarang mau dicari kemana. Ada juga barang tapi tidak memiliki surat. Jadi sekarang kita berupaya untuk membuktikan surat itu, nah inilah yang sedang digodok. Insyaalah tahun 2015, inventaris aset sudah selesai. Dengan begitu kita akan raih WTP," tandasnya.
   
Sementara itu, Kepala BPKAD Kolaka, Zulkarnain membenarkan bila Kolaka tidak mendapat WTP karena masih banyak aset yang tidak terdata. Sebab banyak kendaraan dinas yang dipakai oleh pejabat lama, tapi sudah tidak diketahui dimana keberadaanya. "Ada yang sudah pensiun tapi belum mengembalikan fasilitas yang pernah dipakai. Nah, ini yang harus didata agar kita mendapat WTP," katanya  (dan/b)
 
94 Kasek Dilantik
Posted by Arasy Asylum | Saturday, 27 June 2015   

Kolaka, KP-
Mutasi besar-besaran di lingkup satuan pendidikan Kabupaten Kolaka dilaksanakan. Sebanyak 94 Kepala Sekolah (Kasek) pada jenjang pendidikan berbeda dilantik, kemarin (26/6) di aula Sasana Praja Sekretariat Bupati Kolaka. Untuk kasek SMA sederajat, ada tujuh kasek yang dilantik, SMP 14, SD 69 dan empat kepala TK. Dihadapan Bupati Kolaka, Ahmad Safei, SH, MH mereka dikukuhkan sekaligus diambil sumpahnya dalam mengemban tugas baru.
   
"Pergantian pimpinan merupakan hal yang biasa terjadi. Entah itu karena masalah teknis atau kepentingan pembinaan pegawai. Pelantikan ini semoga dapat mendorong semangat pengabdian para pegawai, sehingga membawa perubahan dalam dunia pendidikan di Kolaka," ungkap Ahmad Safei, SH, MH Bupati Kolaka saat membawakan sambutan di acara pelantikan Kepsek.
   
Pergantiankasek ini, kata dia karena sebagian sekolah mengalami kekosongan pimpinan. Apalagi ada beberapa pimpinan sekolah yang telah menjabat selama dua periode masa penugasan. Sehingga diperlukan penyegaran guna meningkatkan kualitas pendidikan di Kolaka. Selain itu, juga merupakan evaluasi jabatan. Dalam aturan, kata dia jabatan kasek hanya boleh diduduki selama satu periode masa tugas, yakni selama 4 tahun. Sedangkan yang menjabat dua periode, itu diberikan kepada kasek yang berprestasi membangun dan mengembangkan sekolahnya.
   
Pasangan Muhammad Jayadin itu mengatakan seluruh guru punya kesempatan yang sama untuk menjadi Kepsek. Tapi, harus memiliki kompetensi dan kinerja yang baik sehingga dianggap dapat mengembangkan sekolah. Dengan begitu akan tercipta kaderisasi yang baik, karena kinerja dan prestasi menjadi tolak ukuranya.
   
Pada kesempatan itu, mantan Sekda Kolaka itu juga bercerita tentang kondisi sebuah sekolah di Kolaka yang cukup memprihatinkan. Ada juga sekolah yang gurunya hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Namun tidak memperhatikan kondisi lingkungan sekolah. "Pernah saya mengunjungi sebuah sekolah. Saya melihat lantai yang penuh dengan pasir. Tapi gurunya tetap asik mengajar. Saat saya tanya guru itu, kenapa lantai penuh pasir. Dia menjawab karena tidak ada sapu. Itu kan jawaban yang konyol," tandasnya.
   
Kata dia, Kepsek punya peran yang penting guna membantu guru dan murid mengembangkan lingkungan sekolah. Harus memahami, mengatasi dan memperbaiki kekurangan yang ada di sekolah. Untuk menambah kualitas pendidikan, Kasek harus mampu meningkatkan kualitas tenaga pendidik yang berada dibawah kewenanganya.
   
Sementara itu, Kabid Kepegawaian BKD Kolaka, mengatakan sebagian kasek yang dilantik hanya dipindah tugaskan di sekolah lain dengan jabatan yang sama. Ada juga kasek yang hanya menjadi guru biasa karena masa periode sebagai pimpinan sekolah telah berakhir. (dan/b)
   
 
Menipu di Kolaka, Tertangkap di Mamuju
Posted by Arasy Asylum | Friday, 26 June 2015   

Kolaka, KP-
Nirdawati, harus berurusan dengan hukum. Wanita berusia 37 tahun itu diduga melakukan penipuan terhadap H. Tie seorang warga Kecamatan Pomalaa.  Setelah 12 hari melakukan pencarian, jajaran Resmob Polres Kolaka akhirnya berhasil menangkap tersangka di Mamuju pada Rabu, (24/6).
   
Awalnya, Jum'at, 12 Juni 2015 Nirdawati datang menemui  H. Tie guna meminjam duit sebanyak Rp 300 juta dengan catatan akan dikembalikan hari itu juga, yakni usai sholat Jum'at. Tanpa berpikir panjang Tie langsung memberikan pijaman kepada tersangka. Pukul 14.00 Wita, Nirdawati belum juga datang mengembalikan duit milik H. Tie. Karena merasa tertipu, maka korban melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada kepolisian.  Polres Kolaka pun membentuk tim untuk mencari tersangka. Awalnya tersangka diidentifikasi berada di Sidrap, Sulsel. Anggota Resmob yang dipimpin Kasat Reskrim, AKP Denis Arya mencari pelaku hingga di wilayah Sulsel.
   
Dari tangan tersangka, penyidik menyita barang bukti berupa duit sebesar Rp 170 juta plus emas seharga Rp 29 juta. Kemarin (25/6), tersangka menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Polres Kolaka. Dihadapan penyidik, tersangka yang menggunakan busana berwarna cokelat menjelaskan motif aksi yang dilakukannya. Tersangka mengaku melakukan aksi tersebut karena khilaf.
   
Kapolres Kolaka, AKBP Agus Iman Rifai yang ditemui membenarkan hal itu. Ia mengatakan saat ini penyidik masih mengembangkan kasus ini. Tersangka sedang dimintai keteranganya. Tidak menutup kemungkinan, kata dia dari hasil penyidikan akan ada tersangka baru.
       
"Yah, sekarang tersangka sedang diperiksa. Anggota sedang mengembangkan perkara itu. Tersangka akan ditahan sambil menjalani proses hukum," tandasnya.Tersangka disangkakan dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan junto pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun. (dan/b)
 
Kejari Kolaka, Gelar Lomba Batu Akik
Posted by Ariyani Arifin | Friday, 26 June 2015   

Kolaka,KP
- Pengrajin batu akik khususnya yang berada diwilayah Kolaka dan Koltim kembali mendapat apresiasi. Kali ini kontes batu akik bakal dilaksanakan oleh jajaran Kejaksaan Negeri Kolaka Minggu (28/6).

Kualitas batu dan kreasi peserta dalam mendesain batu bakal menjadi penilaian khusus, dengan begitu diharapkan nantinya batu batu tersebut memiliki nilai jual yang pada akhirnya dapat menambah penghasilan warga.'' kata Jefferdian Kepala Kejaksaan Negeri Kolaka kemarin. (dan)





 
Produk Tak Layak Pakai Ditemukan
Posted by Arasy Asylum | Thursday, 25 June 2015   

Kolaka, KP-
Belakangan ini Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan  (Diskoperindag) Kolaka gencar melakukan sidak pasar. Hasilnya, lembaga yang dipimpin oleh  Hj. Asmani Arif berhasil menemukan puluhan jenis produk kadaluarsa yang hendak dipasarkan.  Benda tak layak dikonsumsi itu ditemukan di gudang milik pedagang.
   
"Distributor harus gantikan produk pedagang yang sudah expired. Dengan begitu pedagang yang produknya disita tidak akan dirugikan. Kini produk yang tak layak digunakan itu sudah kami amankan," ungkap Plt Kadis Koperindag Kolaka, Hj. Asmani Arief dalam pertemuan dengan sejumlah distributor dan pedagang, kemarin (23/6).
   
Mantan Kabag Ekonomi Pemkab Kolaka itu mengatakan sebanyak 64 jenis produk expired yang ditemukan. Ada makanan, minuman, bumbu masakkan, sabun, makanan ringan serta kosmetik.  Seluruh produk itu ditemukan pada toko, kios dan swalayan. Namun ia enggan untuk membeberkan lokasi dan nama gudang tersebut. Dia hanya membocorkan lokasi pengawasan tim terpadu, yakni Kecamatan Kolaka, Baula, Pomalaa, dan Wundulako.
   
"Jangan dipublis nama gudangnya, karena mereka juga korban dari distributor. Jadi saya minta kepada distributor untuk mengganti produk expired yang kami sita dari pedagang," tandas wanita yang karib dengan wartawan itu.  Pasalnya, seluruh produk berasal dari distributor, pedagang hanya memasarkannya saja. Olehnya itu, kata dia pihaknya mempertemukan pedagang dan distributor.
   
Ia mengatakan, pihaknya akan memberikan peringatan tertulis kepada pengusaha yang tidak mengamankan produk yang mendekati masa kadaluarsa. Apabila mereka masih memasarkan produk yang tak layak dikonsumsi, maka persoalan ini akan diserahkan kepada penegak hukum sesuai dengan undang-undang perlindungan konsumen.
   
Mantan Humas Pemkab Kolaka itu mengungkapkan bilsa saja masih ditemukan produk expired beredar dipasaran maka pengedarnya akan diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebab konsumen itu harus dilindungi.
   
Asisten II Pemkab Kolaka, Kasim Maderia mengatakan pertemuan ini guna mencari solusi penyelesaian masalah yang terjadi antara distributor dan penjual. "Jangan sampai dipasarkan produk yang kadaluarsa. Kita harus menjaga keamanan dan kenyamanan produk yang dipasarkan.  Jangan sampai ditemukan lagi produk expayer jika kami lakukan sidak," tandasnya. (dan/b)
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Langganan Koran
Berita Terkini
Link Banner
Link Banner