KN Wednesday, 8 July 2015  

GRAHA PENA, Jl. Malik Raya 50 Kendari Sultra
Phone : 0401-3126513
Redaksi: redaksi@kendarinews.com
Iklan: iklan@kendarinews.com
Link Banner
Home arrow Edukasi
Berita Pendidikan dan Kampus
Pustakawan Sultra Siap Berlaga di Tingkat Nasional
Posted by Arasy Asylum | Tuesday, 07 July 2015   

Kendari, KP-
Badan Pepustakaan dan Arsip Daerah Sultra patut berbangga. Salah seorang pustakawannya, Herlina Weriyanti P, S.Sos, MM., berhasil menyambet juara I lomba pustakawan tingkat provinsi yang digelar beberapa waktu lalu. Atas prestasinya tersebut, yang bersangkutan pun menjadi wakil Sultra pada iven serupa tingkat nasional yang dihelat di Jakarta, Agustus mendatang. 
   
Kepala Badan Pepustakaan dan Arsip Daerah Sultra, H. La Ongke menyampaikan, keberhasilan yang telah dicapai oleh salah seorang pusatakawannya merupakan prestasi yang gemilang. "Kita berharap mudah-mudahan keberhasilan yang telah dicapai di tingkat provinsi dapat terulang ditingkat nasional. Pastinya, dukungan kami berikan semaksimal mungkin untuk mengharumkan nama Sultra ditingkat nasional," tuturnya
   
Dengan keberhasilannya tersebut, lanjut La Ongke, dirinya berharap dapat memberikan suntikan semangat bagi pustakawan lainya karena sesungguhnya profesi pustakawan adalah mulia dan sangat strategis, karena memiliki tugas pokok menyediakan informasi dan pengetahuan, dalam berbagai format bahan pustaka yang dikelola secara baku dan sistematis, dengan harapan dapat menjadikan perpustakaan sebagai wahana belajar masyarakat sepanjang hayat dalam mewujudkan cita-cita luhur, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
   
Sementara itu, Herlina Weriyanti mengaku telah mempersiapkan diri menghadapi iven nasional yang diikuti para pustakawan se Indonesia. "Saya sudah siap bertarung di tingkat nasional dengan persiapan. Saya yakin bisa bersaing dan insya Allah bisa mengharumkan nama Sultra ke tingkat yang lebih bergensi lagi," harapnya. (p13/b)
 
Wujudkan Karakter Siswa Anti Korupsi
Posted by Arasy Asylum | Tuesday, 07 July 2015   
-KPK Gandeng Dikbud Kendari-

Kendari, KP-
Kasus korupsi yang tak pernah tuntas di negeri ini, mendorong Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) melakukan berbagai upaya untuk menghadapinya. Salah satunya adalah dengan menanamkan sejak dini karakter anti korupsi pada siswa dimanapun mereka berada.
   
Teranyar, pihak lembaga super body ini, menyambangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari. Kehadiran perwakilan KPK tersebut, bermaksud bekerjasma dengan Dikbud dengan harapan korupsi yang terus merajalela bisa diantisipasi sejak dini.
   
Perawakilan KPK, Ridla Annur menuturkan, kerjasama yang digagas dengan Dikbud Kota Kendari rencananya akan diwujudkan dalam sebuah kegiatan. Nantinya, KPK berkerjasama perfilman di Indonesia membuat sebuah iven  lomba film dokumenter anti korupsi dengan melibatkan pelajar dan mahasiswa di Kota Kendari. Iven ini akan dikemas untuk memberikan pemahaman kepada generasi bangsa, tentang berbahaya korupsi di negeri ini serta menanamkan karakter anti korupsi.
   
"Kegiatan itu akan dipusatkan di Universitas Halu Oleo, tetapnya di Audotorium Mokodompit pada bulan Agustus mendatang. Dan kegiatan tersebut juga akan dihadir salah seorang pimpinan KPK, yakni Bapak Andan Pandu Praja," ungkap Ridla Annur.
   
Menurut Ridla, langkah yang paling awal untuk memberantas korupsi di negeri ini adalah menyiapkan generasi penerus yang berkarakter dan bermoral tinggi, dengan cara menanamkan mental anti korupsi pada anak sejak usia dini. "Karena pada saat-saat itulah moment yang paling tepat untuk memulai membangun sebuah karakter dan moral pada anak, salah satunya dengan cara membiasakan diri pada anak agar anak selalu berkata jujur kepada siapapun," jelasnya.
   
Sementara itu, Kepala Dikbud Kendari, Makmur, M.Pd, mengungkapkan, selaku lembaga sebagai pengayom pendidikan di Kota Kendari, kami mendukung penuh peran dari KPK dalam memberantas korupsi di negeri ini serta menanamkan karakter peserta didik yang anti korupsi sejak dini. "Pembelajaran siswa anti korupsi dalam bentuk mata palajaran memang tidak ada, tetapi setiap guru di sekolah diajurkan untuk menyelipkan materi itu, salah satunya ialah menanamkan sikap jujur siswa sejak dini. Karena kejujuran merupakan salah satu sikap anti korupsi," tutur Mantan Sekretaris Dikbud Kota ini. (p13/b)
 
Hadapi MEA, UMK Helat Seminar Ekonomi Islam
Posted by Arasy Asylum | Tuesday, 07 July 2015   

Kendari, KP-
Dalam rangka memberikan pemahaman tentang peluang dan tantangan pengusaha muslim dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) menyelenggarakan seminar nasional ekonomi Islam. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu (4/7) lalu dengan menghadirkan pemateri yang kompeten dalam bidang tersebut.
   
Ketua Panitia, Sabarudin S., menyampaikan bahwa seminar bertujuan untuk melakukan kajian mendalam terhadap wawasan keislaman, utamanya dalam bidang muamalah tentang ekonomi dan bisnis yang sesuai prinsip Islam. Olehnya itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah khasanah pengetahuan keislaman. Selain itu, juga dapat memberikan rekomendasi kebijakan untuk memajukan sistem ekonomi Islam baik, lokal, nasional maupun global.
   
"Kita berharap hasil dari kegiatan ini dapat sumbangan pemikiran bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengambil kebijakan yang tepat dalam menghadapi MEA nanti. Menyadari persoalan kesiapan menghadapi MEA merupakan tanggung jawab bersama maka akademisi, praktisi, pemerintah dan pihak terkait lainnya kami melibatkan dalam seminar ini," ungkapnya.
   
Sebagai konsekuensi menghadapi MEA, lanjut Sabarudin, maka produk dan jasa yang unik dan berdaya saiang harus mampu diciptakan, tentu yang berkualitas dengan nilai tawar yang cukup tinggi. Mengingat pemahaman keislaman dalam sistem ekonomi Islam belum dipahami dengan baik sebagian besar pengusaha muslim dengan baik. "Olehnya itu, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diharapkan akan memiliki kemandirian dalam mengahadapi persaingan global nanti," harapnya.
   
Plt. Dekan Fakultas Ekonomi UMK, La Ode Ali Musa menjelaskan, ada beberapa hal yang mungkin terjadi dalam era MEA nanti. Pertama pergeseran barang dan jasa akan semakin bebas, apalagi Indonesia menjadi sasaran empuk investasi dunia karena angka konsumsi masyarakat relatif tinggi. Bahkan persoalan halal dan tidaknya produk tidak akan dipersoalkan lagi.
   
Sementara itu, Rektor UMK, Muh. Nur menambahkan, pada dasarnya persoalan ekonomi Islam bukan persoalan baru, tapi sudah berkembang sejak Zaman Rasulullah SAW. Hanya saja, dalam perkembangannya semakin mundur sehingga menyebabkan redupnya penerapan konsep muamalah dalam sistem ekonomi islam. "Kita berharap seminar ini bisa memberikan pemahaman kepada kita semua tentang konsep ekonomi islam," tutupnya. (myu/b)
 
Anak Pakai Narkoba, Orang Tua Dihukum
Posted by Arasy Asylum | Saturday, 04 July 2015   
- Bila Tidak Melapor

Kendari, KP-
BNN Kota Kendari melaksanakan penyuluhan bahaya narkoba pada Kelompok Organisasi Masyarakat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat Sumber Kasih Kendari pada Minggu (28/6) di Gereja Sumber Kasih Kelurahan Tobuuha Kota Kendari. Tujuan dari Penyuluhan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada organisasi masyarakat khususnya lembaga keagamaan dalam upaya melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).
   
Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan dari Ketua Jemaat GPIB Sumber Kasih Kendari, Pdt. Ferry J.A Raintung, Sth M.DIV, dan diikuti oleh 20 peserta yang merupakan pengurus GPIB dan himpunan pemuda-pemudi gereja.
   
Bertindak sebagai narasumber adalah Kompol Dantje Tamodia Lena, Kepala Seksi Pemberantasan BNN Kota Kendari. Selain memberikan materi tentang narkoba dan bahayanya juga memberikan informasi tentang ancaman pasal 128 ayat 1 Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.“Orang tua atau wali dari pecandu yang belum cukup umur, yang sengaja tidak melapor, dipidana dengan pidana kurungan paling lama enam bulan, dan denda paling banyak Rp 1 juta," terangnya.
   
Dari pasal 128 sudah sangat jelas bahwa selaku keluarga juga bisa diancam oleh pidana penjara  apabila  mengetahui ada salah satu anggota keluarga  yang memakai narkotika dan  tidak melaporkan kepada pihak yang berwenang. "Karena apabila kita melaporkan kepada pihak berwenang dalam hal ini BNN, maka  pecandu narkoba tadi bisa direhabilitasi tanpa dituntut pidana,  sebagai  wujud kepedulian kita terhadap pemulihan pecandu dan masa depan mereka,” ungkap Kepala BNN Kota Kendari, Dra. Hj. Murniaty M., MPH, Apt. (adv)

 
BNN Kota Kendari MoU dengan GPIB
Posted by Arasy Asylum | Friday, 03 July 2015   

Kendari, KP-
Dampak dari penyalahgunaan narkoba sangat merugikan baik dari segi kesehatan yang berakibat penurunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), maupun tingginya biaya yang harus dikeluarkan Pemerintah guna merehabilitasi pecandu narkoba yang ada di Indonesia. Sehingga upaya yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari Program P4GN, pada hari Minggu (28/6) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari melaksanakan kegiatan Advokasi Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
   
Kegiatan ini berlangsung di Lingkungan Organisasi Masyarakat  Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Sumber Kasih Kendari, yang dilanjutkan dengan penandatanganan MoU guna menyatukan langkah dalam memerangi narkoba.
   
Ketua Jemaat GPIB Sumber Kasih Kendari, Pdt. Ferry J.A Raintung, Sth M.DIV mesuport BNN Kota Kendari yang bersedia menjalin kerjasama dengan GPIB guna mencegah dan memberantas narkoba, dan berjanji akan mendukung program P4GN BNN Kota Kendari khususnya di lingkungan gereja.
   
Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, M. Syarif SKM, M.Kes  memaparkan, hasil penelitian BNN bekerja sama dengan Puslitkes UI tahun 2014 menunjukkan angka prevalensi penyalah guna Narkoba secara nasional adalah 2,18 persen .Dari jumlah penduduk Indonesia  atau sekitar 4 juta jiwa. Khusus untuk wilayah Sultra tercatat sebanyak ± 21.000 orang yang sudah terpapar narkoba dan yang menjadi target rehabilitasi sebanyak 5 persen atau berjumlah ±1.050 orang, sedangkan target rehabilitasi untuk Kota Kendari sebanyak 250 orang.”
   
Kepala BNN Kota Kendari, Dra. Hj. Murniaty, M., MPH, Apt menyatakan jika terdapat keluarga/kerabat yang menyalahgunakan narkoba maka segera laporkan kepada IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) BNN, IPWL Kemenkes, dan IPWL Kemensos. Dengan memenuhi proses wajib lapor, penyalahguna akan mendapatkan rehabilitasi dan Kartu Wajib Lapor sehingga tidak dipidanakan/proses hukum.
   
"Metode rehabilitasi yang diberikan dapat berupa rawat jalan maupun rawat inap disesusaikan dengan kondisi ketergantungan masing-masing pecandu," paparnya. (adv)
 
BNN Kota Kendari Advokasi P4GN di Magabudhi
Posted by Arasy Asylum | Friday, 03 July 2015   

Kendari, KP-
Sejumlah program dilaksanakan Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari dalam rangka mencegah peredaran penyalahgunaan narkoba. Pada Sabtu, (27/6) BNN Kota Kendari menggelar advokasi P4GN di Lingkungan Organisasi Masyarakat Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (MAGABUDHI), di sekretariat Magabudhi Kota Kendari.
   
Harapannya, usai melaksanakan kegiatan advokasi P4GN, pihak Magabudhi dapat membuat, menyusun dan menerapkan kebijakan tentang pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan umat Buddha. Program tersebut mendapat sambutan baik dari pihak Magabudhi, yang sepakat dengan rencana tindak lanjut untuk kebijakan yang dapat  diambil dalam mendukung program P4GN. Hal itu diungkapkan Ketua Magabudhi Kota Kendari, Since Mamangkey.
   
Sementara Kepala BNN Kota Kendari Dra. Hj. Murniaty M., MPH. Apt selaku narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan, melalui advokasi P4GN diharapkan dapat  meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat. Khususnya terhadap gejala-gejala sosial dan budaya yang diakibatkan  era globalisasi dan era informasi, menjadikan iman taqwa sebagai sarana yang paling ampuh dalam upaya menangkal bahaya narkoba di kalangan masyarakat dan keluarga. "Mengusahakan pencegahan dini terhadap narkoba, melalui pendidikan agama di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat,"paparnya. 
   
Kegiatan advokasi diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman antara  BNN Kota Kendari dengan Magabudhi Kota Kendari, yang juga diikuti oleh jajaran pengurus serta remaja vihara. Hal ini sebagai langkah mengakselerasikan peran umat Buddha dalam  pelaksanaan P4GN di lingkungan keagamaan dan lingkungan masyarakat pada umumnya. (adv)

 
Pengusaha UMKM Dibekali Teknik Kemasan
Posted by Arasy Asylum | Friday, 03 July 2015   

Kendari, KP-
Sebagai upaya untuk membantu peningkatan produktivitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) menyelenggarakan pelatihan manajemen usaha. Pengusaha UMKM dan mahasiswa yang menjadi peserta pelatihan dibekali strategi produk dan teknik kemasan yang baik untuk mendukung kelangsungan usaha yang dijalankan. Kegiatan tersebut dikemas dalam program Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Pelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKA-PPM) kerjasama Dikti.

Ketua panitia pelatihan, Muhammad Yusuf mengatakan
pelatihan dilakukan agar pengusaha dan mahasiswa yang nantinya jadi pelaku usaha mendapatkan tambahan pengetahuan tentang pengelolaan usaha dengan baik. Olehnya itu, mereka juga harus dibekali dengan keterampilan dalam menyusun laporan keuangan usaha yang dijalankan.

"Olehnya kita berharap mereka bisa mendapatkan pemahaman tentang strategi produk dan teknik kemasan yang baik. Dengan demikian maka pendapatan berpeluangan untuk ditingkatkan. Naiknya penjualan tentu akan meningkatkan produktifitas dan profitabilitas usaha. Setiap kelompok mahasiswa terdiri dari 5 sampai 6 orang," ujar Muhammad Yusuf, kemarin.

Pegawai LPPM UMK, Hartati mengungkapkan pihaknya mengapresiasi kegiatan tersebut, karena dapat menjadi peluang belajar bagi mahasiswa dalam berwirausaha. Artinya mahasiswa bisa melihat peluang pasar yang menjanjikan untuk memulai dan tahu cara mengelolanya.
"Kami berharap kegiatan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuannya dalam berwirausaha. Sementara untuk mitra usaha kita berharap mereka dapat memiliki pengetahuan tentang tata kelola usaha yang baik," pungkasnya. (myu/b)

 
Ruslin Resmi Bergelar Doktor
Posted by Arasy Asylum | Friday, 03 July 2015   
--Bidang Kimia Medicinal

Kendari, KP-
Setelah melalui proses perkuliahan pada Program Studi Doktor Farmasi di Institut Teknologi Bandung (ITB) Tahun 2010, Ruslin, S.Pd., M.Si., akhirnya menyelesaikan studinya dalam bidang Kimia Medicinal. Itu setelah yang bersangkutan melalui Promosi Doktor yang dilaksanakan di laboratorium teknologi ITB, Selasa (2/6).

Tak hanya tim penguji, Ruslin yang tampil mempresentasikan  disertasinya yang berjudul, Permodelan Molekul, Sintesis, dan Uji Afrodisiak Senyawa Turunan Leonurin ini, berhasil memukau undangan yang mengikuti ujian tersebut. Bagaimana tidak, disertasi yang diteliti mengangkat masalah senyawa turunan leonurin yabg diprediksi memiliki potensi sebagai afrodisiak.

Dijelaskan, Afrodisiaka adalah zat yang dapat membangkitkan gairah seksual atau meningkatkan kemampuan dan kinerja seksual. Bahan afrodisiaka terdapat di makanan dan obat-obat afrodisiaka. "Fungsi seksual merupakan faktor penting dalam kualitas kebahagiaan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab hal itu sesuai kajian farmakologi," ujarnya.

Lanjut Dosen pada Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo ini, penelitian tentang senyawa leonorin secara in silico dan berpotensi afrodisial belum dilakukan peneliti manapun di dunia. Penjelesannya sekaligus menjawan pertanyaan yang diajukan salah seorang pengujinya.

Harapannya, mudah-mudahan senyawa turunannya berkode 1-RD-13-RD ini bisa dipatenkan dan menjawab persoalan masalah fungsi seksual," tambah Mantan Koordinator Staf Khusus Rektor UHO ini.

Usai mengikuti sidang promosi doktor ini, pria yang dilahirkan di Latugho Kabupaten Muna tanggal 31 Desember 1974 ini, pun berhak atas gelar doktor. Para pejabat lingkup UHO pun tampak mengikuti seremoni yang menjadi salah satu syarat penyelesaikan program doktor ini, antara lain Dekan Faperta Prof Dr. I Gusti Ray Sadimantara, Wakil Rektor III, Dr. La Ode Ngkoimani, dan Sejumlah ketua lembaga. (lia)
 
1.500 Penerima Beasiswa PIP Diusul
Posted by Arasy Asylum | Friday, 03 July 2015   
---Khusus Siswa SMK

Kendari, KP-
Program Indonesia Pintar (PIP) yang digagas Presiden RI, Joko Widodo dipastikan terealisasi tahun ini. Di Kota Kendari, sebanyak 1.500 siswa SMK diusulkan menerima beasiswa tersebut. Proses pengusulannya dilakukan mulai bulan Februari hingga Agustus. Selain mendapatkan uang tunai siswa penerima PIP juga akan menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).
   
Kepala Seksi SMK Dikbud Kendari, Muhdar Alimin menjelaskan setiap siswa akan menerima beasiswa sebanyak Rp 1 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Sayangnya, Muhdar enggan memastikan jadwal pencairan beasiswa itu,"Informasi yang kami peroleh dari Kementerian dipastikan tahun 2015 ini bantuan tersebut sudah disalurkan," ujarnya, Kamis (2/7) kemarin.

Muhdar menambahkan, berdasarkan Permendikbud Nomor 12 Tahun 2015 tentang Program Indonesia Pintar terkait syarat siswa yang berhak mendapatkan beasiswa yakni harus dari keluarga pemegang Kartu Perlindungan Sosial/Kartu Keluarga Sejahtera (KPS/KKS) dan siswa dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH).

"Mekanisme pengusulannya, pihak sekolah mendata siswa yang tidak mampu yang dibuktikan dengan kartu KPS dan KKS serta kartu keluarga. Bagi siswa yang tidak memiliki KKS dan KPS, cukup surat keterangan tidak mampu dari kelurahan atau RT setempat. Setelah itu, sekolah mengentri ke data pokok pendidikan dan dikirim ke server kementerian pendidikan," jelas Muhdar.

PIP bertujuan mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi. Program ini untuk menarik siswa putus sekolah atau siswa aktif agar mendapatkan layanan pendidikan formal maupun non formal. (p13/b)
    
 
Tingkatkan Kualitas Jelang Tahun Ajaran Baru
Posted by Arasy Asylum | Thursday, 02 July 2015   
-Guru-guru SMPN 9 Dilatih

Kendari, KP-
Meski kualitas guru-guru sudah cukup memadai namun SMPN 9 Kendari enggan berpuas diri. Kualitas guru intens ditingkatkan, apalagi jelang tahun ajaran 2015/2016, tanggal 27 Juli mendatang. Salah satunya dilakukan pelatihan implementasi kurikulum 2013 terkait penyusunan silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tematik, dan metode pembelajaran program semester. 

Kepala SMP Negeri 9 Kendari, Nurdin Tinggila, M.Pd mengatakan pelatihan ini merupakan program rutin yang diselenggarakan. Tentunya dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru. Selain itu, pelatihan merupakan ajang tepat untuk mengevaluasi proses pembelajaran yang lalu.

"Kami menghadirkan pemateri berkompeten dibidang implementasi  kurikulum 2013. Diantaranya pihak Dikbud Kota Kendari dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Sultra. Harapannya, dengan tambahan pengetahuan dari pemateri handal ini maka kualitas pendidikan di SMP Negeri 9 Kendari meningkat," ujarnya, Rabu (1/7) kemarin.

Menurut Nurdin, tenaga pengajar punya andil sangat besar pada peningkatan kualitas pendidikan di sekolah, seperti merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran. Selain itu, melakukan pembimbingan, pelatihan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, sehingga guru butuh dilatih secara berkelanjutan setiap memasuki ajaran baru,"Tugas guru bukanlah tugas mudah dan sepele. Kualitas generasi bangsa ada di tangan pilar pendidikan, salah satunya sekolah yang diemban guru," jelasnya. (p13/b)

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Langganan Koran
Berita Terkini
Link Banner
Link Banner