IKLAN BARIS
(1) Dikontrakan rumah di BTN Kendari Permai Blok P6/3 beserta fasilitas berupa lemari pakaian 2 buah, meja makan, kursi tamu, dan perlengkapan dapur, termasuk air dan listrik. Biaya kontrakan Rp. 7 juta per tahun dengan lama kontrakan minimal 2 tahun. Berminat hubungi 0823 4579 937. (2) Dijual mobil Rush warna hitam jarang dipakai. Tanpa perantara hubungi 0812 4569 1933. (3) Dijual segera burung kacer dengan harga miring, melayani partai dan eceran, juga sedia burung Murai Batu, Cucak Hijau dll. Peminat langsung hubungi Firdaus 0852 7676 3942, Hisyam 0853 9756 2094 + Jual dua ekor kenari merah impor kualitas bagus. Harga 2 juta per ekor. Hubungi +62811401718 atas nama Joko, Kendari, Ranomeeto.
Space
KN Friday, 24 October 2014   M F T E R

GRAHA PENA, Jl. Malik Raya 50 Kendari Sultra
Phone : 0401-3120110, Fax.0401-3123771
Redaksi: kendarinews@asia.com
Iklan: kendarinews@asia.com
Rubrik i-SCHOOL ini diperuntukkan bagi aktivitas sekolah (SD,SMP,SMU/SMK,dll). Bagi sekolah yang ingin dipublikasi kegiatannya, silahkan kirimkan tulisan dan atau foto kegiatan ke alamat email : kendarinews@asia.com. Jangan lupa cantumkan nama penulisnya, apakah guru atau siswa. Pemuatan berita tidak dipungut bayaran.
Hati-hati penipuan !.
ShareThis
Bagikan : Tutup
Home arrow Edukasi arrow Pileg Malaysia Sepi
Pileg Malaysia Sepi
Posted by Ika Sartika | Monday, 07 April 2014   
KENDARINEWS.COM-JAKARTA, Pemungutan suara untuk pemilihan legeslatif di Malaysia dilaporkan sepi. Menurut pantauan Migrant Care, hanya sebagian kecil dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di lumbung tenaga kerja Indonesia (TKI) itu yang memberikan suaranya kemarin (06/04).
"Banyak yang melaporkan tidak tahu kalau pencoblosan hari ini. Ngiranya bareng sama tanah air," ujar analis kebijakan Migrant care Wahyu Susilo saat dihubungi kemarin.

Pada tempat pemungutan suara (TPS) di Wisma Duta Kuala Lumpur misalnya, menurut Wahyu, hingga pukul 11.00 waktu setempat, TPS masih terlihat sepi. WNI baru bermunculan saat menginjak siang hari. Padahal, kata dia, TPS sudah dibuka sejak pagi.

Menurut data yang dihimpun pihaknya, dari sekitar 430 ribu DPT di wilayah Kuala lumpur, hanya 1763 WNI yang menggunakan hak suaranya dalam pileg kemarin.

Jumlah tersebut diperoleh dari tiga TPS yang didirikan oleh pihak KBRI, yakni kantor KBRI Kuala Lumpur, Wisma Duta Besar dan Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur.

"Sangat sedikit sekali. Sementara yang melalui pos hanya 10 ribu WNI dan drop box baru 9 ribuan yang tercatat," tuturnya.

Wahyu mengatakan, jumlah ini sangat sedikit dibandingkan dengan pileg pada tahun 2009 lalu. Pada pileg lalu, diakuinya, antusias WNI lebih banyak ketimbang pada pileg 2014.

Sehingga banyak WNI yang berbondong-bondong untuk memberikan suaranya. "Meski tidak seluruhnya juga. Namun pileg kali ini harus menjadi pelajaran bagi PPLN di Malaysia. Situasi ini diharapkan agar tidak terulang kembali di Pemilihan Presiden nanti. Sosialisasi pemilu harus lebih dimaksimalkan," ungkapnya.

Sementara itu, untuk kertas suara yang tidak digunakan, pihak PPLN Kuala Lumpur telah mencoret seluruh surat suara tersebut agar tidak dapat digunakan kembali.

Pasalnya, sisa surat suara sangat dimungkinkan untuk disalahgunakan bila tidak dirusak. "Dari pengawasan kami, surat suara sudah dicoret. Kalau tidak bisa digunakan untuk penggelembungan suara. 300 ribu surat suara kan lumayan untuk dua kursi," tuturnya.

Saat dikonfirmasi terkait sepinya pemilih pada pileg kali ini, Wakil Duta Besar KBRI KL Hermono menampik jika pihaknya dikatakan kurang optimal melakukan sosialisasi.

Menurutnya, KBRI KL sudah melakukan sosialisasi sejak lama mengenai kapan waktu pemunggutan dilakukan. "Kami sudah pakai sms blast, mobil keliling, brosur, kunjungan, sehingga tidak mungkin kalau banyak yang nagku tidak tahu tanggal pencoblosan," ungkapnya.

Namun diakuinya, pada pileg 2014 ini antusias WNI memang cukup kecil untuk memberikan hak pilihnya. Menurutnya, hal itu dikarenakan pada pileg 2014, calon legeslatif kurang interaktif untuk mensosialisasikan dirinya.

Karenanya, banyak WNI yang enggan memberikan suara mereka dalam pileg.

"Intinya memang kecil willingness orang mau datang mengorbankan waktu dan biaya untuk memilih seseorang yang tidak dia kenal. Namun saya yakin, pada pilpres akan meningkat," ungkapnya.

Hermono memprediksi jumlah pemilih akan naik sebesar 1,5 persen dari jumlah seluruh DPT KL atau sekitar 6500 pemilih.
Senada dengan Hermono, Wahyu juga memperkirakan hal yang sama.

WNI akan cenderung lebih antusias untuk memberikan suaranya pada pemilu presiden pada 9 Juli nanti. "WNI di Hongkong kemarin juga mengungkapkan hal yang sama. Lebih memilih untuk memberikan suaranya pada Pilpres nanti," katanya.

Selain di Malaysia, kemarin, sejumlah perwakilan negara di luar negeri juga menyelenggarakan pemungutan suara untuk Pileg. Antusiasme WNI dilaporkan cukup banyak untuk wilayah Tokyo dan New Delhi.

Menurut Ketua PPLN New Delhi, Gunawan Setiadi, selain WNI yang berada di India, sejumlah atlet yang ikut serta dalam ajang Indonesia Open 2014 juga ikut memberikan suaranya. "Ada sekitar 17 atlet bulutangkis yang memberikan suaranya," katanya.

Sementara untuk Singapura, menurut pantauan perwakilan Migrant Care, Mulyadi, antusiasme WNI di Singapura lebih banyak ketimbang wilayah Kuala Lumpur.

Dari sekitar 121 ribu WNI yang terdaftar dalam DPT, sebanyak 13.058 yang datang ke TPS untuk memberikan suaranya. "Via Pos ada sekitar 10 ribu surat suara," ungkap pria yang akrab sapa Mul itu.

Kemarin merupakan hari terakhir digelarnya coblosan pileg di luar negeri. Seluruh suara yang telah terhimpun akan masuk dalam hitungan suara daerah pemilihan Jakarta II. (mia/jpnn)
Comments
Add New RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Berita Terkini
Komentar Pembaca
Tentang Kami
Profil KN
Tim Redaksi
Media Siber
Info Iklan
Kontak Kami
Buku Tamu
Cari Berita
Partner Link
TV Sultra
Sultra Kini
Matahari News
Universitas Haluoleo
Berita Lingkungan
Sumatera
Rakyat Aceh
Sumut Pos
Post Metro Medan
Metro Siantar
Padang Today
Jambi Independent
Jambi Ekspres
Rakyat Bengkulu
Bengkulu Ekspres
Sumatra Express
Palembang Pos
Radar Palembang
Lampung
Radar Lampung
Radar Lamteng
Radar Lamsel
Radar Kotabumi
Rakyat Lampung
Jawa
Indo Pos
Rakyat Merdeka
Radar Banten
Tangsel Pos
Satelit News
Radar Semarang
Radar Tegal
Radar Jogja
Jawa Timur
Jawa Pos
Radar Surabaya
Radar Mojokerto
Malang Post
Oto Trend
Jawa Barat
Radar Cirebon
Radar Tasikmalaya
Radar Bogor
Radar Bekasi
Radar Sukabumi
Riau & Kepri
Riau Pos
Pekan Baru MX
Dumai Pos
Batam Pos
Pos Metro Batam
Tanjungpinang Pos
Sulawesi
Kendari Pos Digital
Kolaka Pos Online
Radar Buton
Kendari Ekspres
Manado Post
Posko Manado
Radar Manado
Gorontalo Pos
Radar Sulteng
Luwuk Pos
Fajar Online
Berita Kota Makasar
Pare Post
Palopo Pos
Kalimantan
Pontianak Pos
Harian Equaotor
Metro Pontianak
Kapuas Post
Kalteng Pos
Radar Sampit
Radar Banjarmasin
Kaltim Post
Samarinda Pos
Metro Balikpapan
Radar Tarakan
Maluku & Papua
Ambon Ekspres
Radar Ambon
Malut Post
Radar Timika
Radar Sorong
Bali & Nusa Tenggara
Metro Bali
Lombok Post
Timur Express