IKLAN BARIS
(1) Dikontrakan rumah di BTN Kendari Permai Blok P6/3 beserta fasilitas berupa lemari pakaian 2 buah, meja makan, kursi tamu, dan perlengkapan dapur, termasuk air dan listrik. Biaya kontrakan Rp. 7 juta per tahun dengan lama kontrakan minimal 2 tahun. Berminat hubungi 0823 4579 937. (2) Dijual mobil Rush warna hitam jarang dipakai. Tanpa perantara hubungi 0812 4569 1933. (3) Dijual segera burung kacer dengan harga miring, melayani partai dan eceran, juga sedia burung Murai Batu, Cucak Hijau dll. Peminat langsung hubungi Firdaus 0852 7676 3942, Hisyam 0853 9756 2094 + Jual dua ekor kenari merah impor kualitas bagus. Harga 2 juta per ekor. Hubungi +62811401718 atas nama Joko, Kendari, Ranomeeto.
KN Friday, 31 October 2014   M F T E R

GRAHA PENA, Jl. Malik Raya 50 Kendari Sultra
Phone : 0401-3120110, Fax.0401-3123771
Redaksi: kendarinews@asia.com
Iklan: kendarinews@asia.com
ShareThis
Bagikan : Tutup
Home arrow Sultra arrow Hanta: Koalisi Besar atau Kecil Tidak Berpengaruh pada Pilpres
Hanta: Koalisi Besar atau Kecil Tidak Berpengaruh pada Pilpres
Posted by Ika Sartika | Monday, 14 April 2014   
Hanta: Koalisi Besar Atau Kecil Tidak Berpengaruh pada Pilpres
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto diberi ucapan selamat oleh kader partainya atas pencapaian Partai Gerindra dalam Pemilu Legislatif 2014, di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014). Hasil penghitungan cepat sementara hingga malam ini menempatkan Gerindra dalam tiga besar perolehan suara nasional.
KENDARINEWS.COM-JAKARTA
, Direktur Eksekutif Pol-Track Institute Hanta Yudha AR berpendapat, model koalisi besar yang ingin dibentuk oleh Partai Gerindra tak menjamin akan memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden dari poros ini. Pasalnya, faktor figur akan lebih berpengaruh dibandingkan banyaknya partainya yang merapat.
Hanta mencontohkan, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pertama kali dipilih berpasangan dengan Jusuf Kalla pada Pemilu 2004. Saat itu, Partai Demokrat hanya berkoalisi dengan tiga partai. Namun, faktor ketokohan SBY akhirnya mampu menenggelamkan duet Megawati-Hasyim Muzadi dan Wiranto-Salahudin Wahid yang didukung oleh banyak partai.

"Jadi pileg dan pilpres beda, tidak selalu kongruen. Partai banyak, belum tentu juga calonnya menang. Kalau sudah pilpres, figur yang dominan, partai hanya untuk melengkapi syarat dan mengambil manfaat mesin politiknya," ujar Hanta saat dihubungi, Senin (14/4/2014).

Oleh karena itu, Hanta mengatakan, koalisi besar atau kecil kini tak lagi berpengaruh. Pemilih partai yang bergabung ke poros tertentu pun, sebut Hanta, tidak secara otomatis akan memilih figur yang ditawarkan.

Maka dari itu, tidak ada jaminan massa partai politik juga akan ikut mendukung calon tertentu saat poros koalisi terbentuk. Dalam menyusun koalisi pemilihan presiden, Hanta menuturkan partai juga harus memperhatikan koalisi dalam pemerintahan. Gerindra, kata Hanta, harus berkaca dari koalisi besar yang dibentuk pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono saat ini.

"Jangan terjebak pada orientasi, kuantitas partai. Koalisi yang besar atau gemuk tidak ada jaminan cair dan solid, karena pasti akan rapuh. Yang terpenting saat ini adalah koalisi yang berdasarkan soliditas dan kohesivitas," imbuh Hanta.

Partai Gerindra ingin membentuk koalisi gemuk dengan merangkul banyak partai politik. Gerindra menyebutnya sebagai koalisi "Tenda Besar". Saat ini, Gerindra setidaknya menjalin komunikasi dengan enam partai politik, yakni Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Kami ingin koalisi tenda besar untuk memperkokoh Pilpres. Kami sedang komunikasi dengan Demokrat, PKB, PKS, PPP, PAN, termasuk juga Golkar," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di kantor DPP Partai Gerindra, Sabtu (12/4/2014).

Dia tidak menampik nantinya akan ada pembagian kekuasaan terhadap partai-partai politik yang berkoalisi dengan Gerindra. "Harus ada power sharing. Tidak mungkin itu tidak ada. Tapi yang pasti, capres kami tetap yang akan diajukan yaitu pak Prabowo," ujar Fadli. (Kompas.com)
Comments
Add New RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Sultra Terkini
Komentar Pembaca
Tentang Kami
Profil KN
Tim Redaksi
Media Siber
Info Iklan
Kontak Kami
Buku Tamu
Cari Berita
Partner Link
TV Sultra
Sultra Kini
Matahari News
Universitas Haluoleo
Berita Lingkungan
Sumatera
Rakyat Aceh
Sumut Pos
Post Metro Medan
Metro Siantar
Padang Today
Jambi Independent
Jambi Ekspres
Rakyat Bengkulu
Bengkulu Ekspres
Sumatra Express
Palembang Pos
Radar Palembang
Lampung
Radar Lampung
Radar Lamteng
Radar Lamsel
Radar Kotabumi
Rakyat Lampung
Jawa
Indo Pos
Rakyat Merdeka
Radar Banten
Tangsel Pos
Satelit News
Radar Semarang
Radar Tegal
Radar Jogja
Jawa Timur
Jawa Pos
Radar Surabaya
Radar Mojokerto
Malang Post
Oto Trend
Jawa Barat
Radar Cirebon
Radar Tasikmalaya
Radar Bogor
Radar Bekasi
Radar Sukabumi
Riau & Kepri
Riau Pos
Pekan Baru MX
Dumai Pos
Batam Pos
Pos Metro Batam
Tanjungpinang Pos
Sulawesi
Kendari Pos Digital
Kolaka Pos Online
Radar Buton
Kendari Ekspres
Manado Post
Posko Manado
Radar Manado
Gorontalo Pos
Radar Sulteng
Luwuk Pos
Fajar Online
Berita Kota Makasar
Pare Post
Palopo Pos
Kalimantan
Pontianak Pos
Harian Equaotor
Metro Pontianak
Kapuas Post
Kalteng Pos
Radar Sampit
Radar Banjarmasin
Kaltim Post
Samarinda Pos
Metro Balikpapan
Radar Tarakan
Maluku & Papua
Ambon Ekspres
Radar Ambon
Malut Post
Radar Timika
Radar Sorong
Bali & Nusa Tenggara
Metro Bali
Lombok Post
Timur Express