KN Tuesday, 23 December 2014  

GRAHA PENA, Jl. Malik Raya 50 Kendari Sultra
Phone : 0401-3126513
Redaksi: redaksi@kendarinews.com
Iklan: iklan@kendarinews.com
Link Banner
ShareThis
Bagikan : Tutup
Home arrow Sultra arrow Hanta: Koalisi Besar atau Kecil Tidak Berpengaruh pada Pilpres
Hanta: Koalisi Besar atau Kecil Tidak Berpengaruh pada Pilpres
Hanta: Koalisi Besar Atau Kecil Tidak Berpengaruh pada Pilpres
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto diberi ucapan selamat oleh kader partainya atas pencapaian Partai Gerindra dalam Pemilu Legislatif 2014, di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014). Hasil penghitungan cepat sementara hingga malam ini menempatkan Gerindra dalam tiga besar perolehan suara nasional.
KENDARINEWS.COM-JAKARTA
, Direktur Eksekutif Pol-Track Institute Hanta Yudha AR berpendapat, model koalisi besar yang ingin dibentuk oleh Partai Gerindra tak menjamin akan memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden dari poros ini. Pasalnya, faktor figur akan lebih berpengaruh dibandingkan banyaknya partainya yang merapat.
Hanta mencontohkan, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pertama kali dipilih berpasangan dengan Jusuf Kalla pada Pemilu 2004. Saat itu, Partai Demokrat hanya berkoalisi dengan tiga partai. Namun, faktor ketokohan SBY akhirnya mampu menenggelamkan duet Megawati-Hasyim Muzadi dan Wiranto-Salahudin Wahid yang didukung oleh banyak partai.

"Jadi pileg dan pilpres beda, tidak selalu kongruen. Partai banyak, belum tentu juga calonnya menang. Kalau sudah pilpres, figur yang dominan, partai hanya untuk melengkapi syarat dan mengambil manfaat mesin politiknya," ujar Hanta saat dihubungi, Senin (14/4/2014).

Oleh karena itu, Hanta mengatakan, koalisi besar atau kecil kini tak lagi berpengaruh. Pemilih partai yang bergabung ke poros tertentu pun, sebut Hanta, tidak secara otomatis akan memilih figur yang ditawarkan.

Maka dari itu, tidak ada jaminan massa partai politik juga akan ikut mendukung calon tertentu saat poros koalisi terbentuk. Dalam menyusun koalisi pemilihan presiden, Hanta menuturkan partai juga harus memperhatikan koalisi dalam pemerintahan. Gerindra, kata Hanta, harus berkaca dari koalisi besar yang dibentuk pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono saat ini.

"Jangan terjebak pada orientasi, kuantitas partai. Koalisi yang besar atau gemuk tidak ada jaminan cair dan solid, karena pasti akan rapuh. Yang terpenting saat ini adalah koalisi yang berdasarkan soliditas dan kohesivitas," imbuh Hanta.

Partai Gerindra ingin membentuk koalisi gemuk dengan merangkul banyak partai politik. Gerindra menyebutnya sebagai koalisi "Tenda Besar". Saat ini, Gerindra setidaknya menjalin komunikasi dengan enam partai politik, yakni Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Kami ingin koalisi tenda besar untuk memperkokoh Pilpres. Kami sedang komunikasi dengan Demokrat, PKB, PKS, PPP, PAN, termasuk juga Golkar," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di kantor DPP Partai Gerindra, Sabtu (12/4/2014).

Dia tidak menampik nantinya akan ada pembagian kekuasaan terhadap partai-partai politik yang berkoalisi dengan Gerindra. "Harus ada power sharing. Tidak mungkin itu tidak ada. Tapi yang pasti, capres kami tetap yang akan diajukan yaitu pak Prabowo," ujar Fadli. (Kompas.com)
Comments
Add New RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Sultra Terkini