IKLAN BARIS
(1) Dikontrakan rumah di BTN Kendari Permai Blok P6/3 beserta fasilitas berupa lemari pakaian 2 buah, meja makan, kursi tamu, dan perlengkapan dapur, termasuk air dan listrik. Biaya kontrakan Rp. 7 juta per tahun dengan lama kontrakan minimal 2 tahun. Berminat hubungi 0823 4579 937. (2) Dijual mobil Rush warna hitam jarang dipakai. Tanpa perantara hubungi 0812 4569 1933. (3) Dijual segera burung kacer dengan harga miring, melayani partai dan eceran, juga sedia burung Murai Batu, Cucak Hijau dll. Peminat langsung hubungi Firdaus 0852 7676 3942, Hisyam 0853 9756 2094 + Jual dua ekor kenari merah impor kualitas bagus. Harga 2 juta per ekor. Hubungi +62811401718 atas nama Joko, Kendari, Ranomeeto.
Space
KN Wednesday, 1 October 2014   M F T E R

GRAHA PENA, Jl. Malik Raya 50 Kendari Sultra
Phone : 0401-3120110, Fax.0401-3123771
Redaksi: kendarinews@asia.com
Iklan: kendarinews@asia.com
ShareThis
Bagikan : Tutup
Home arrow Nasional arrow Kesal Istri tak Mau Bikin Kopi, Mertua Dihabisi
Kesal Istri tak Mau Bikin Kopi, Mertua Dihabisi
Posted by Nurhidayat | Tuesday, 20 May 2014   
KENDARINEWS.COM-GRESIK: Pelaku pembunuhan terhadap mertuanya sendiri, Purwanto terus menjalani sidang maraton. Di persidangan lanjutan kemarin, mantan calon kepala desa yang gagal ini tetap tidak mau mengakui perbuatannya. Tentu, ini membuat keluarga dan warga marah.

Puluhan warga Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo mengikuti jalannya persidangan dengan terdakwa Purwanto, 46, di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Senin (19/5).
Warga jengkel pada terdakwa karena enggan mengakui perbuatannya telah membunuh mertuanya, Muhammad Zaid alias Mbah Jaid (82). Kata-kata kotor diluncurkan warga yang kesal dengan sikap terdakwa. Purwanto yang plinplan atas pernyataannya sendiri, semakin membuat warga geram.

Saat perkara terdakwa masih ditangani Polres Gresik, terdakwa awalnya juga tidak mau mengaku. Tapi, setelah polisi mendatangkan empat saksi, akhirnya terdakwa mengakui dan dilakukan reka ulang. Namun setelah berkas dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, sikap terdakwa berubah. Terdakwa kembali tidak mau mengakui perbuatannya. Hal itulah yang membuat keluarga korban dan warga di Desa Cangkir seakan ingin menghajar terdakwa.

Tak ayal, keluarga korban dan warga terus mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas pada terdakwa yang duduk sebagai pesakitan. Tapi terdakwa sepertinya tidak terpengaruh meski terus ditekan warga di persidangan.

“Ayo ngaku saja, jangan buat resah warga,” teriak salah seorang warga. Malahan, terdakwa dengan santainya hanya membalas kata-kata itu dengan senyuman.

Terkadang, setelah kata-kata itu terlontar dari mulut warga, terdakwa langsung berbisik-bisik dengan pengacara Wiwit Harti Utami yang mendampinginya. Tidak diketahui apa yang dibicarakan mereka.

Dengan mengenakan rompi kebesaran tahanan kejaksaan berwarna oranye, terdakwa tampil beda dibanding saat berada di Mapolres Gresik. Kepala terdakwa yang sebelumnya gundul, kini telah ditumbuhi rambut. Tubuhnya masih tetap sama, tinggi gempal.

Agenda persidangan kemarin adalah keterangan saksi. Dalam persidangan yang diketua Majelis Hakim Harto Pancono sebenarnya ada empat saksi yang dimintai keterangan. Tetapi, baru dua saksi telah dimintai keterangan. Sementara dua saksi lainnya dimintai keterangan dalam sidang lanjutan minggu depan.

Salah satu saksi, Sujono (55), mengungkapkan dalam persidangan bahwa antara terdakwa dan korban sering terjadi ketegangan. “Terdakwa sering marah-marah kepada bapak,” kata Sujono yang juga anak kandung dari korban.

Dalam persidangan itu, saksi juga mengatakan korban sering marah kepada istri terdakwa yang juga anak korban, karena tidak dibuatkan kopi. “Tetapi, terdakwa malah marah kepada bapak,” katanya.

Dijelaskan, warung yang dikelola oleh terdakwa adalah warung milik korban. Setelah tidak kuat lagi dengan banyak aktivitas, akhirnya warung itu dikelola terdakwa bersama istrinya.

“Tetapi bapak tetap bayar kalau ngopi,” imbuhnya saat memberikan keterangan.

Dari situlah awal ketegangan antara terdakwa sebagai menantu dan korban sebagai mertua. Puncaknya, saat terdakwa meminta dibuatkan kopi oleh istrinya, tetapi tidak dilayani sang istri. Terdakwa kesal, akibatnya yang menjadi sasaran marahnya adalah orang tua istrinya. Korban yang telah lanjut usia itu dicekik hingga tak bernafas.

Setelah itu, terdakwa membawa, kemudian membuang korban ke Kali Surabaya dengan cara tubuh korban diikatkan sebuah batu, menggunakan tali, agar tidak mengapung. “Kami menyaksikan itu,” tegas saksi lainnya Paidi, anak korban.

Baru setelah tiga hari hanyut di Kali Surabaya mayat korban ditemukan di wilayah Karang Pilang, Surabaya. “Terdakwa, saat ditemukan mayat bapak juga berada di lokasi dengan memegang kepalanya,” kata Paidi yang juga anak korban. (*/rou/c4/jpnn)
Comments
Add New RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
juLA tANAH
Berita Terkini
Komentar Pembaca
Tentang Kami
Profil KN
Tim Redaksi
Media Siber
Info Iklan
Kontak Kami
Buku Tamu
Cari Berita
Partner Link
TV Sultra
Sultra Kini
Matahari News
Universitas Haluoleo
Berita Lingkungan
Sumatera
Rakyat Aceh
Sumut Pos
Post Metro Medan
Metro Siantar
Padang Today
Jambi Independent
Jambi Ekspres
Rakyat Bengkulu
Bengkulu Ekspres
Sumatra Express
Palembang Pos
Radar Palembang
Lampung
Radar Lampung
Radar Lamteng
Radar Lamsel
Radar Kotabumi
Rakyat Lampung
Jawa
Indo Pos
Rakyat Merdeka
Radar Banten
Tangsel Pos
Satelit News
Radar Semarang
Radar Tegal
Radar Jogja
Jawa Timur
Jawa Pos
Radar Surabaya
Radar Mojokerto
Malang Post
Oto Trend
Jawa Barat
Radar Cirebon
Radar Tasikmalaya
Radar Bogor
Radar Bekasi
Radar Sukabumi
Riau & Kepri
Riau Pos
Pekan Baru MX
Dumai Pos
Batam Pos
Pos Metro Batam
Tanjungpinang Pos
Sulawesi
Kendari Pos Digital
Kolaka Pos Online
Radar Buton
Kendari Ekspres
Manado Post
Posko Manado
Radar Manado
Gorontalo Pos
Radar Sulteng
Luwuk Pos
Fajar Online
Berita Kota Makasar
Pare Post
Palopo Pos
Kalimantan
Pontianak Pos
Harian Equaotor
Metro Pontianak
Kapuas Post
Kalteng Pos
Radar Sampit
Radar Banjarmasin
Kaltim Post
Samarinda Pos
Metro Balikpapan
Radar Tarakan
Maluku & Papua
Ambon Ekspres
Radar Ambon
Malut Post
Radar Timika
Radar Sorong
Bali & Nusa Tenggara
Metro Bali
Lombok Post
Timur Express