Tim Penggerak PKK Konsel Belajar Tangani Tengkes Hingga ke Depok

KENDARINEWS.COM — Penanganan tengkes (stunting), menjadi isu strategis nasional. Untuk itu seluruh pihak bahu-membahu mendukung program tersebut, tak terkecuali di Kabupaten Konawe Selatan. Terbaru Tim Penggerak PKK Konsel belajar menangani tengkes hingga ke Kota Depok, Jawa Barat. Ketua TP-PKK Konsel, Hj. Nurlin Surunuddin, mengungkapkan, ada 120 kader tingkat kabupaten, kecamatan dan kelurahan serta desa yang mengikuti kaji banding tersebut. Mereka mendapat wejangan dan pengalaman Pemerintah Kota Depok dalam menangani masalah tengkes tanpa menggunakan APBD.

“Kita berharap hasil kaji banding ini bisa ditiru dan diterapkan dengan baik oleh kader PKK se-Konsel. Baik dari tata kelola dan cara serta semangat yang dimiliki TP-PKK Depok. Semua peserta Bimtek dan kaji banding diminta dapat mengaplikasikan semua pengetahuan yang diterimanya selama di Kota Depok,” kata Anggota DPRD Sultra tersebut, Minggu (14/5). Salah satu yang dipelajari terkait jenis sajian makanan bagi anak penderita tengkes, seperti menyiapkan sajian makan berbahan baku daun kelor. Terlebih 25 kecamatan di Konsel memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar untuk dikembangkan.

“Tak hanya itu, kita juga belajar dan Konsel diperkenalkan sajian kreativitas pangan dari UMKM dan PKK Kota Depok,” ujarnya.

Sementara itu Ketua TP PKK Kota Depok, Hj. Elly Farida, mengatakan, penanganan terhadap anak gagal tumbuh di daerahnya berjalan sukses hingga menjadi kota terbaik nasional dalam penanganan masalah tersebut. “Jumlah stunting pasti teratasi karena kami yakin setiap kebaikan yang dilakukan selalu ada jalannya. Alhasil bisa berjalan dengan sangat baik tanpa menggunakan APBD,” ungkapnya.

Elly Farida menjelaskan, dana untuk penanganan masalah stunting itu bersumber dari masyarakat peduli dan melalui sejumlah perusahaan yang memiliki kewajiban menyalurkan dana corporate sosial responsibility (CSR). (c/ndi)

Tinggalkan Balasan